Keesaan Tuhan dalam Pandangan Hindu (Bagian 2 – Tamat)

Selanjutnya, orang buta kedua yang meraba telinga, maka akan mendefinisikan bahwa gajah seperti kipas yang besar.

Demikian juga orang buta ketiga yang meraba ekor gajah, maka dia akan memberikan kesimpulan bahwa gajah itu seperti cambuk cemeti.

Apakah orang buta tadi meraba objek yang sama ? Tentu iya. Namun apakah memiliki pandangan dan kesimpulan yang sama atas objek yang dirabanya, tentu tidak.

Kebenarannya adalah dia meraba gajah yang sama, tapi tidak bisa menggambarkan gajah itu dengan utuh. Jika orang buta satu memaksakan pandangannya untuk dapat diterima oleh orang buta lainnya, maka akan terjadi konflik.

Demikian juga kita dalam memahami Tuhan. Tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat menggambarkan Tuhan dengan utuh. Mereka memuja Tuhan dengan cara yang berbeda.

Jadi Pujalah Tuhan itu berdasarkan keyakinan yang mendalam yang tumbuh dari hati sanubarimu yang terdalam. Karena kebenaran itu muncul dari hati sanubari kita yang terdalam.

Maka tanamkan nilai-nilai keTuhanan itu ke dalam diri kita masing-masing. Ketika nilai-nilai Ketuhanan yang ada dalam diri kita tumbuh subur, maka tidak ada kesengsaraan, karena yang ada hanya kedamaian.

Semoga bermanfaat bagi kita semua.

Om Shanti, Shanti, Shanti Om.(SR)

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *