Pacitan – Ibarat bus dengan trayek lintas pulau, keberadaan sopir cadangan sangat dibutuhkan, agar laju bus tetap stabil dan keselamatan penumpang semakin terjamin.
Fenomena tersebut tak ubahnya seperti roda pemerintahan di daerah. Ada bupati yang dianalogikan sebagai sopir inti dan adanya wakil bupati, seperti halnya sopir cadangan. Keduanya tentu akan saling melengkapi. Ketika sang sopir inti lelah, sopir cadangan yang akan mengganti memegang kemudi.
Menurut salah seorang tokoh masyarakat di Pacitan, Bambang Widiarsa, eksistensi Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji dan Wabup Gagarin, ia analogikan seperti halnya bus bertrayek lintas provinsi dan pulau.
Oleh sebab itu, keberadaan sopir cadangan sangatlah diperlukan demi keselamatan penumpangnya. “Ibarat sopir, oleh satu trip jangan-jangan wis ngantuk. ltulah gunannya sopir cadangan,” kata mantan Kepala Desa Tanjungsari, Kecamatan/Kabupaten Pacitan ini memberikan analogi terkait duet kepemimpinan Bupati Indrata Nur Bayuaji dan Wabup Gagarin, Selasa (25-04-2023).
Wiwit, begitu Bambang Widiarsa akrab disapa mengungkapkan, boleh-boleh saja masyarakat berpendapat kalau Indrata Nur Bayuaji dan Wabup Gagarin akan kembali bersatu menuju kursi bupati dan wakil bupati Pacitan jilid kedua.
Namun, ibarat permainan catur, kemungkinan adanya trik lukir bisa saja terjadi. “Mungkinkah tetap satu biduk tapi bertukar kursi?” Ungkap Wiwid dengan nada tanya.
Masih dikesempatan yang sama, Wiwit juga menyampaikan pendapat, bahwa setelah hampir dua tahun lebih kehidupan masyarakat babak belur, karena diterpa badai pandemi COVID-19, maka dibutuhkan pemimpin/bupati yang kreatif, inovatif sekaligus visioner melihat potensi Pacitan.
Tapi pemahaman tentang kondisi masyarakat juga sangat penting, maka mereka yang sudah lama berkiprah di Pacitan sangat tepat untuk posisi itu, biar tidak kelamaan adaptasi dan dapat bereaksi dengan cepat.
