Dari pandangan itu, tentu tidak terlalu berlebihan jika pasangan Aji -Gagarin diusung kembali. Sebagai pasangan “Dwi Tunggal”.
Tentu tidak akan terjadi masalah apabila dilakukan “tukar-tempat”, agar pilot yang sudah capek mengatasi kondisi darurat Covid 19, bisa sedikit ambegan dan dengan tetap mengawal dan memberikan masukan copilot yang saat ini bertugas menjadi pilot untuk membangun segala aspek kehidupan masyarakat agar kembali bangkit seperti sediakala.
“Karena harus kita pahami, 2024 adalah tahun politik yang penuh dinamika. Sehingga pergantian kepemimpinan yang signifikan/frontal bisa jadi kurang menguntungkan,” tukasnya.
Sementara itu sekedar informasi tambahan, sejak berkibar sebagai kontestan pemilu Tahun 2004 silam, eksistensi Partai Demokrat semakin membumi di Nusantara. Terlebih dengan terpilihnya sang pendiri partai, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai presiden dua periode.
Berangkat dari dinamika politik tersebut, tak salah bila selama ini di Pacitan tercipta sebuah sosio kultural, yang terus melekat di hati masyarakat. Yaitu ketika tersebut Pacitan, tentu tak lepas dari SBY dan Partai Demokrat.
Hal inilah yang seakan menjadi patron politik masyarakat, ketika bicara pemilu, Demokrat yang menjadi pilihan utamanya.(Red/yun)
