Pacitan- Perhelatan Pilbup serentak memang baru akan dilaksanakan tahun depan. Kendati begitu, Pemkab Pacitan sudah mulai menyiapkan skenario penganggaran pada perubahan APBD (PAPBD) Tahun 2023 ini.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) setempat, Daryono mengatakan, terkait berapa kebutuhan pasti untuk perhelatan Pilbup, secara perangkaan memang masih terus bergerak. Meski, estimasi sudah terproyeksikan.
Suatu misal untuk KPU dibutuhkan anggaran hibah sekitar 39 miliar dan Bawaslu sekitar 12 miliar. Kemudian untuk pengamanan sekitar 7 miliar. “Ya kurang lebih totalnya sekitar 58 miliar. Tapi angka tersebut masih bergerak. Bisa lebih bisa kurang,” sebut Daryono, Selasa (6/6).
Terkait apa yang telah disampaikan Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) yang menyebut kebutuhan anggaran Pilbup pada kisaran 100 miliar, juga tidak salah. Sebab selain kebutuhan KPU, Bawaslu serta keamanan, juga ada pengalokasian untuk kegiatan bidang kesehatan, yang berkaitan dengan perhelatan Pilbup serentak.
“Alokasi anggaran kesehatan tersebut, tidak masuk pada komponen nota perjanjian hibah daerah (NPHD) dengan KPU maupun Bawaslu. Makanya tadi saya sampaikan, untuk perangkaan masih bergerak. Sementara untuk kegiatan non medis diestimasikan sekitar 58 miliar,” jelasnya.
Lantas bagaimana pemkab menyikapi kebutuhan anggaran sebesar itu? Daryono menegaskan, merujuk pada Permendagri yang ada, agar pemerintah daerah tidak kecongkrangan untuk alokasi belanja di organisasi perangkat daerah (OPD), pada PAPBD tahun ini akan dianggarkan 40 persen dari kebutuhan. Dan di APBD induk tahun 2024, dianggarkan sebesar 60 persen.
