“Itulah tugas pemimpin menurut saya. Dalam hal ini termasuk kepiawaian dalam memberikan pengertian, pengarahan sekaligus kompensasi terhadap program atau kebutuhan masyarakat yang belum masuk prioritas,” jelas dia.
Sehingga tidak ada kelompok masyarakat yang merasa dianaktirikan atau kurang diperhatikan. Memang ini berat, tapi itulah resiko seorang pemimpin dalam masyarakat yang majemuk.
“Adanya masyarakat yang tidak puas itu wajar, karena pemimpin bukanlah alat pemuas. Meskipun demikian kepuasan masyarakat dapat digunakan sebagai tolak ukur keberhasilan seorang pemimpin,” pungkasnya. (Red/yun).
