Netmonk Prime Luncurkan Versi Keenam, Maksimalkan Operasional Pengguna

JAKARTA — LIPUTAN68.COM — Netmonk Prime meluncurkan versi keenam yang bertujuan lebih memaksimalkan operasional penggunanya. Terdapat beberapa pembaruan dalam versi keenam yang diluncurkan ini bersamaan dengan penyelenggaraan acara Netmonk Space di Studio Telkom CorpU, Bandung beberapa waktu lalu.

Sebagai tools monitoring jaringan, server, dan web/API unggulan dari PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom), langkah ini adalah wujud komitmen memberikan pelayanan optimal kepada penggunanya.

“Netmonk Prime Versi 6 merupakan salah satu produk unggulan Leap Telkom Digital. Versi terbaru ini memberikan solusi infrastruktur jaringan yang lebih canggih dan semakin dapat diandalkan, guna meningkatkan kompetensi pengguna pada berbagai aspek operasional dan strategis,” ujar Direktur Digital Business Telkom, Muhamad Fajrin Rasyid.

Pembaruan meliputi penambahan fitur di Server Monitoring serta penambahan dua fitur baru, yaitu User Group Management dan Monitoring Network Assistant (MONA). MONA mampu merangkum semua aktivitas yang dimonitor Netmonk Prime dan membagikan informasinya secara real time, dengan tampilan tekstual dan jelas sehingga lebih mudah dipahami oleh pengguna.

MONA juga bersifat interaktif sehingga dapat memberikan analisis dan rekomendasi penyelesaian solusi saat terjadi insiden di dalam jaringan, server, maupun web/API. Selain itu, MONA bisa memrediksi ketersediaan kapasitas jaringan dan server sehingga pengguna bisa dengan tepat dan efisien dalam merencanakan kebutuhan kapasitas di masa yang akan datang.

Liputan JUGA  Telkom Sasar Pemain Telco dan Digital Global

Fitur tambahan pada Server Monitoring di Netmonk Prime Versi 6 juga mendukung pengguna memiliki lebih banyak opsi Operating System (OS) yang dapat disesuaikan dengan kenyamanan pengguna. Tidak hanya OS berbasis Linux, Netmonk Prime sudah bisa digunakan pada OS berbasis Windows. Layanan ini memiliki peran penting untuk memastikan aplikasi berjalan dengan baik guna mengoptimalkan sumber daya sistem. Container berfungsi untuk mengemas aplikasi dan semua dependensinya ke dalam satu “kontainer”. Layanan Container Monitoring inilah yang memantau performa, sumber daya, dan ketersediaan kontainer tersebut.

  Banner Iklan Sariksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *