Ratusan Warga Terdampak Pencemaran Limbah Tambang Di Kecamatan Ngadirojo, Hendak Ngeluruk Ke Kantor Bupati Pacitan. Warga Ancam Hendak Tutup Aktivitas Pertambangan

Pacitan,Liputan 68.com- Ratusan perwakilan warga terdampak limbah tambang di Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, berencana ngeluruk ke kantor bupati.

Mereka hendak menyampaikan aspirasi berkaitan dengan dugaan pencemaran limbah sebagai akibat kegiatan eksploitasi pertambangan di Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan.

Anggota DPRD Pacitan dari Partai NasDem, Hariawan saat dikonfirmasi membenarkan rencana warga masyarakat yang hendak bertemu bupati dan melakukan audiensi berkaitan dengan dugaan pencemaran limbah tambang yang sudah berlangsung bertahun-tahun.

Menurut Wawan, begitu anggota Komisi IV DPRD Pacitan ini akrab disapa, kurang lebih ada sekitar 100’an perwakilan warga dari Desa Ngadirojo, Wiyoro, Pagerejo, dan Tanjung Puro, yang akan bertemu bupati.

“Menurut rencana, audiensi akan dilaksanakan di aula Pendopo Pemkab Pacitan, Kamis (11/1) malam besok. Ada sekitar 100’an warga terdampak yang akan menyampaikan unek-uneknya kepada Pak Bupati,” kata Wawan, Rabu (10/1).

Liputan JUGA  Jubir GTPP Covid-19 Pemkab Pacitan : Penambahan Kasus Covid-19 Confirm Secara Nasional Tembus Puluhan Ribu Lebih Dalam Sehari

Wawan mengungkapkan, persoalan pencemaran limbah tambang sejatinya sudah berlangsung selama bertahun-tahun sejak kegiatan eksploitasi pertambangan di Desa Kluwih, Kecamatan Tulakan, berlangsung.

Utamanya, setiap musim penghujan tiba, masyarakat petani mengeluh. Sebab tanaman padi dan palawija mereka selalu mengalami puso atau gagal panen, yang kuat diduga sebagai dampak pencemaran limbah tambang.

Belum lagi sumur warga, yang kualitas airnya berubah pekat kekuningan dan tak layak dikonsumsi. Buat mandi saja, kata Wawan, sering memunculkan gatal-gatal.

  Banner Iklan Sariksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *