Tri menyadari, selama ini memang masih banyak wajib KTP pemula yang belum tersentuh perekaman. Kendala utamanya, karena kondisi geografis kewilayahan serta cuaca. Oleh karena itu perlu adanya pentahelix sistem dari semua perangkat yang ada.
Baik warga masyarakat sendiri untuk lebih sadar akan pentingnya kepemilikan administrasi kependudukan, pemerintah desa dan kecamatan, agar lebih masif mendorong masyarakatnya untuk sesegera mungkin melakukan perekaman seandainya sudah waktunya.
“Dukcapil akan selalu berkontribusi dalam pelayanan administrasi kependudukan. Ini perlunya ada gerakan serentak dari masyarakat untuk sesegera mungkin melakukan perekaman e KTP bagi mereka yang telah berusia 17 tahun atau telah menikah.
Kegiatan jemput bola ini akan terus kita lakukan sekalipun pemilu nanti sudah berlalu,” tutur Tri. (Red/yun).
