Tak sedikit tanaman palawija yang mati dan akhirnya puso atau gagal panen. Belum lagi sumber-sumber mata air yang biasa dipergunakan untuk mandi dan cuci, akan tetapi kondisi saat ini air berubah kuning dan tak layak untuk dipergunakan aktivitas sehari-hari. Ikan air tawar dalam keramba juga mati dan membahayakan apabila dikonsumsi.

“Tapi mana langkah pemerintah, sampai detik ini belum ada kebijakan yang berpihak pada masyarakat terdampak. Sebagai wakil rakyat saya berharap seiring hari jadi Pacitan ke 279, semoga segera ada hadiah atau kado ulang tahun untuk mereka,” ujar Hariawan yang duduk di Komisi IV DPRD Pacitan ini.
Ia mengakui, sebelum Pemilu lalu, perwakilan masyarakat terdampak dari beberapa desa di Ngadirojo sempat dihadirkan di halaman wingking rumah jabatan bupati, untuk diajak dengar pendapat. Namun begitu, sampai hari ini belum ada tindak lanjutnya.
“Kami paham, birokrasi itu ada mekanisme waktu. Petani pun begitu, mereka juga punya mekanisme waktu. Kapan mereka tanam, dan kapan mereka melakukan perabukan, pengairan sampai masa penenan. Ini yang saya harapkan segera ada kejelasan dari pemerintah daerah,” tandas Hariawan. (Red/yun).
