Dilantik Sebagai Menteri ATR/Kepala BPN, AHY Akan Tuntaskan Masalah Penumpang Tindihan dan Permainan Mafia Tanah
Pacitan,Liputan 68.com- Ketum DPP Partai Demokrat, Agus Hari Murti Yudhoyono (AHY) resmi dilantik sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN oleh Presiden Joko Widodo, Rabu (21/2).
Usai mengucapkan sumpah dan janji jabatan, sulung Presiden SBY tersebut menyampaikan bahwa ini tugas berat yang akan ia laksanakan sekuat tenaga.
AHY menyadari masa jabatannya didalam Kebinet Indonesia Maju tidaklah panjang, yaitu sekitar 8 bulan. Tetapi ia selalu meyakini dalam waktu sesingkat apapun bisa berbuat terbaik untuk masyarakat dan juga negara.
“Saya juga mengucapkan selamat kepada Bapak Hadi Tjahjanto sebagai Menkopolhukam yang baru,” ujar kakak dari Ketua Fraksi Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono itu.
Di kesempatan tersebut, AHY sekilas mengungkapkan kabar pengangkatannya sebagai anggota kabinet Jokowi sangatlah mendadak. Pada Senin malam, ia baru menerima kabar melalui telepon dari Mensesneg Pratikno yang menanyakan soal keberadaannya saat itu.
“Beliau hanya menanyakan apakah saya ada di Jakarta. Dan beliau menyampaikan kalau saya diterima oleh Bapak Presiden Jokowi di Istana Merdeka, kemarin Selasa jam 8.00 WIB.
Saya nggak tau apa agendanya ketika itu. Tapi saya datang tentunya. Dan disitulah beliau meminta saya untuk bergabung di kabinet,” jelasnya.
AHY juga mengungkapkan akan segera menghadap Capres terpilih Prabowo Subianto yang sekaligus sebagai pemimpin Koalisi Indonesia Maju (KIM) pada perhelatan Pilpres 2024.
“Ya untuk mendapatkan blessing juga,” tutur AHY diselingi senyum tipis.
Lain itu, ia juga akan mengadap seniornya, Hadi Tjahjanto sebab selama ini menurut AHY, Hadi merupakan menteri yang luar biasa dalam menangani isu dan persoalan mendesak di bidang ATR/BPN.
Selain juga ada tiga hal prioritas yang ditekankan oleh Presiden Jokowi di bidang ATR/BPN. “Tentu dimasa 8 bulan ini saya meyakinkan harus bisa dituntaskan dengan segala daya dan upaya,” kata AHY.
Tiga hal prioritas tersebut diantaranya secara masif mengenai sertifikasi elektronik, yang bisa menjadi solusi diberbagai persoalan, termasuk penumpang tindihan dan permainan dari mafia tanah.
“Tentunya juga masalah keadilan dan bukan hanya masalah bagi-bagi sertifikat tapi, masalah keadilan yang sangat fundamental.
Dan tentunya punya tujuan apa yang dilakukan Pak Hadi selama ini, ATR dan BPN ini bisa menghadirkan kepastian hukum khususnya untuk tata ruang, lokasi dan tanah yang akan digunakan sebagai tempat membangun berbagai infrastruktur di sekala strategis nasional maupun lokal.
Dan investasi akan bergerak. Ini sebuah confident yang kita tumbuhkan di dalam maupun luar negeri. Dengan bergeraknya investasi tentu akan menghadirkan pertumbuhan ekonomi. Ekonomi rakyat akan terbuka, lapangan pekerjaan akan terbuka dan akhirnya akan peningkatan penghasilan masyarakat. Mereka akan sejahtera,” bebernya.
Presiden Jokowi, sambung AHY, juga meminta kepada Menteri ATR/BPN untuk menuntaskan target 120 juta bidang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL). “Kita yakinkan itu menjadi prioritas utama. Kami akan melakukan koordinasi dan komunikasi dengan berbagai lembaga dan kementerian terkait,’ tandas AHY.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan