“Kemal biar lanjut di birokrasi, sampai nanti menjadi seorang ‘jenderal’. Sama seperti Sekkab Heru. Beliau agar menuntaskan tugasnya sebagai Sekretaris Kabupaten.
Kemal itu birokrat handal, pintar. Jadi eman-eman diusianya yang masih muda jika harus melepas karir birokrasinya dan maju sebagai wakil bupati,” bebernya.
Sementara untuk Rakhman Wijayanto atau lebih dikenal dengan nama populer Wiwit Bagong, agar tetap bercokol di DPRD.
Menurut Jarot, Demokrat masih butuh kekuatan kader mumpuni. Salah satunya seperti figur Wiwit Bagong.
“Kalau Mas Wiwit Bagong lepas dari Parlemen, kedepannya saya khawatir kekuatan Demokrat perlahan semakin melemah. Bisa-bisa menjadi partai gurem.
Karena itu, Mas Wiwit biar tetap menguatkan di parlemen, agar kedepan Demokrat masih tetap kuat,” pungkasnya. (Red/yun).
