Liputan BERITA

Dipasangkan Dengan Siapapun, Mas Aji Tetap Jadi Bupati. Selipkan Nama Sanyoto Sebagai Bacawabup

Ditulis oleh Liputan68 pada 16 April 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Di hari pertama masuk kerja usai cuti bersama lebaran, wacana politik jelang Pilbup serentak 2024 di Pacitan, kembali mengemuka.

Seperti disampaikan salah seorang purna bakti aparatur sipil negara (ASN), Jarot Mustofa. Ia menegaskan, Bupati Pacitan kedepan masih tetap Indrata Nur Bayuaji.

Hanya persoalannya, lanjut dia, siapa yang akan mendampingi keponakan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut yang sejauh ini masih menjadi teka-teki besar.

“Kalau bupatinya jelas Mas Aji (Indrata Nur Bayuaji, Red). Dipasangkan dengan siapapun, Mas Aji tetap jadi,” kata Jarot yang saat itu tengah bertandang ke posko media Timur Pendopo, Selasa (16/4).

Pensiunan yang pada perhelatan Pileg 2014 silam pernah maju sebagai calon anggota legislatif dari Partai Gerindra ini menginginkan, agar pendamping Mas Aji berangkat dari unsur purna bakti ASN.

Ia menyebut nama Sanyoto, mantan Kepala Satpol-pp Pacitan, yang dipandangnya mumpuni untuk berdampingan dengan Bupati Aji di Pilbup 27 November nanti.

Sanyoto, lanjut Jarot, sangat kenyang dengan asam garamnya birokrasi. Ia juga pejabat alumni sekolah kedinasan kepamongprajaan. Tentu sangat pas, seandainya dilirik oleh Bupati Aji untuk dijadikan sebagai bakal calon wakil bupatinya.

Perihal menguarnya wacana duet Aji-Rakhman Wijayanto atau disingkat “Pacitan Aman”, lagi-lagi pensiunan Kepala UPT Pasar ini menegaskan, kurang sependapat.

Demikian juga dengan munculnya nama Kemal Pandu Pratikno dan Heru Wiwoho Supadi Putro, yang menurutnya sangat eman-eman. Ia khawatir seperti perjalanan karir Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN, Agus Harimurti Yudhyono (AHY) saat di militer lalu.

“Kemal biar lanjut di birokrasi, sampai nanti menjadi seorang ‘jenderal’. Sama seperti Sekkab Heru. Beliau agar menuntaskan tugasnya sebagai Sekretaris Kabupaten.

Kemal itu birokrat handal, pintar. Jadi eman-eman diusianya yang masih muda jika harus melepas karir birokrasinya dan maju sebagai wakil bupati,” bebernya.

Sementara untuk Rakhman Wijayanto atau lebih dikenal dengan nama populer Wiwit Bagong, agar tetap bercokol di DPRD.

Menurut Jarot, Demokrat masih butuh kekuatan kader mumpuni. Salah satunya seperti figur Wiwit Bagong.

“Kalau Mas Wiwit Bagong lepas dari Parlemen, kedepannya saya khawatir kekuatan Demokrat perlahan semakin melemah. Bisa-bisa menjadi partai gurem.

Karena itu, Mas Wiwit biar tetap menguatkan di parlemen, agar kedepan Demokrat masih tetap kuat,” pungkasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian