Menyikapi fenomena politik yang tengah dilakukan Wabup Gagarin, pengamat pemilu di Pacitan, Berty Stevanus berpendapat, Gagarin jangan dipandang remeh.
Bagaimanapun juga ia seorang ketua partai besar dan juga punya elektabilitas tinggi. “Elektabilitas Gagarin di masyarakat tinggi lo sampai saat ini,” tuturnya.
Menurut Berty, perginya Gagarin dari Pacitan disaat akhir pendaftaran bacalon di internal Demokrat, tak serta merta itu sebagai sinyal kalau dirinya acuh tak acuh dengan proses perpolitikan jelang Pilbup.
Bisa jadi, sambung Berty, itu sebagai titik balik bagi Gagarin untuk maju sebagai calon bupati dan head to head dengan Indrata Nur Bayuaji. “Bisa jadi lo beliau (Gagarin) memang mempersiapkan diri untuk maju sendiri dan head to head dengan Mas Aji di Pilbup mendatang,” ujar dia.
Atau, bisa juga ini sebagai nilai tawar politik bagi Gagarin terhadap Demokrat. Gagarin, kata Berty, mungkin tak mau “munduk-munduk” terhadap partai milik SBY tersebut.
Sebab ia juga seorang politikus gaek dan petinggi Partai Golkar, sekalipun menduduki peringkat kedua perolehan kursi DPRD Pacitan di Pileg 14 Februari lalu.
“Bisa juga ini sebuah menuver politik dari Gagarin untuk menaikan nilai jual politiknya, yang pada akhirnya nanti, kembali ke pelaminan dengan Mas Aji.
Yang memutuskan itu kan DPP. Kalau DPP masing-masing, (Demokrat dan Golkar) sudah sepakat untuk menyatukan kembali, mau bilang apa yang di daerah,” pungkasnya. (Red/yun).
