Liputan BERITA

Jurus Dewa Mabuk, Gagarin Tak Mau “Munduk-Munduk” Dengan Demokrat, Meski Pada Akhirnya Aji-Gagarin Bakal Kembali Ke Pelaminan Pilbup?

Ditulis oleh Liputan68 pada 6 Mei 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- “Jurus Dewa mabuk”. Mungkin begitulah percaturan perpolitakan jelang Pilbup serentak 2024, yang ditengarai tengah dikembangkan Wabup Gagarin.

Di hari terakhir dibukanya penjaringan bakal calon bupati dan wakil bupati di internal Demokrat, Gagarin yang semula diperkirakan akan mengambil formulir pendaftaran, namun fakta yang terjadi, Ketua DPD Partai Golkar Pacitan itu, tengah bertugas di luar pulau.

Sehingga kecil kemungkinan, Gagarin akan ikut mendaftar di DPC Demokrat Pacitan, baik sebagai bacalon bupati atau bacalon wakil bupati.

Pun, Gagarin juga menegaskan kalau selama ini dirinya tidak pernah membentuk tim dalam rangka menatap perhelatan Pilbup serentak 2024.

“Saya tidak pernah membentuk tim,” kata Wabup Gagarin, yang saat itu tengah berada di luar pulau, Senin (6/5).

Meski demikian, sebagai politisi ulung, Gagarin sepertinya tidak semudah itu dalam menyikapi dinamika politik yang saat ini tengah menghangat.

Salah satu orang dekat Gagarin yang tidak bersedia disebutkan namanya dalam pemberitaan media mengungkapkan, sekalipun Gagarin tidak mengambil formulir pendaftaran sebagai bacabup atau bacawabup, bukan berati ia stagnan untuk tidak ambil bagian dalam percaturan perpolitikan jelang Pilbup.

“Khusus Pacitan bisa lewat samping ambil formulir’nya,” ujar sumber yang meminta tidak di korankan namanya.

“Kalau saya masih ngugu keputusan dulu ketika rekom dipasangne (Aji dan Gagarin). Yo sampai saat ini jik panggah. Aku jik ingat waktu ke Cikeas,” sambung sumber tersebut yang disampaikan melalui jaringan pribadi aplikasi chatting WhatsApp.

Menyikapi fenomena politik yang tengah dilakukan Wabup Gagarin, pengamat pemilu di Pacitan, Berty Stevanus berpendapat, Gagarin jangan dipandang remeh.

Bagaimanapun juga ia seorang ketua partai besar dan juga punya elektabilitas tinggi. “Elektabilitas Gagarin di masyarakat tinggi lo sampai saat ini,” tuturnya.

Menurut Berty, perginya Gagarin dari Pacitan disaat akhir pendaftaran bacalon di internal Demokrat, tak serta merta itu sebagai sinyal kalau dirinya acuh tak acuh dengan proses perpolitikan jelang Pilbup.

Bisa jadi, sambung Berty, itu sebagai titik balik bagi Gagarin untuk maju sebagai calon bupati dan head to head dengan Indrata Nur Bayuaji. “Bisa jadi lo beliau (Gagarin) memang mempersiapkan diri untuk maju sendiri dan head to head dengan Mas Aji di Pilbup mendatang,” ujar dia.

Atau, bisa juga ini sebagai nilai tawar politik bagi Gagarin terhadap Demokrat. Gagarin, kata Berty, mungkin tak mau “munduk-munduk” terhadap partai milik SBY tersebut.

Sebab ia juga seorang politikus gaek dan petinggi Partai Golkar, sekalipun menduduki peringkat kedua perolehan kursi DPRD Pacitan di Pileg 14 Februari lalu.

“Bisa juga ini sebuah menuver politik dari Gagarin untuk menaikan nilai jual politiknya, yang pada akhirnya nanti, kembali ke pelaminan dengan Mas Aji.

Yang memutuskan itu kan DPP. Kalau DPP masing-masing, (Demokrat dan Golkar) sudah sepakat untuk menyatukan kembali, mau bilang apa yang di daerah,” pungkasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian