Hidup dengan Buku

Perpustakaan itu bagiku rumah kedua setelah bangun pagi hingga tidur kembali. Ia yang menumbuhkembangkan intelektualitas dan kepedulian. Membaca buku atau lembaran-lembaran buku itu bagian dari kecintaanku pada perpustakaan.

Merangkumnya dalam beberapa lembar bagian dari informasi penting adalah bagian dari keingintahuan dan rasa gelisah ingin memiliki bukti. Memanfaatkan informasi digital adalah bagian dari pembelajaran it walau sudah tuir. Menulis esai, artikel, kolom dan puisi di media konvensional [koran dan majalah] serta blog dan medsos adalah hasil dari pembacaan yang begitu banyak waktu tersedia untuknya.

Membuka klub diskusi dan mengajak kawan-kawan debat adalah hasil dari kegelisahan setelah berhari-hari di ruang tersendiri. Jauh dari hura-hura dan huru-hara. Bukan jual tampang, atau sekadar pelarian dari tugas-tugas. Tapi memang butuh buku dan informasi. Sejak SD – hari ini aku tak begitu sulit mendapatkan informasi dari hampir seluruh perpustakaan di sekolah, di rumah dosen dan di Medan, baik kampus negeri dan swasta maupun perpustakaan yang dikelola oleh pemerintah kota dan provinsi.

Juga Deposit Perpustakaan Nasional RI Karenanya aku layak mengucapkan terima kasih kepada Digilib Unimed Perpustakaan Usu Perpustakaan Uinsu Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara Perpustakaan UMA Dinas Perpustakaan Dan Kearsipan Kota Medan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia dan Perpustakaan PPIA Medan.

Dirgahayu Perpustakaan
Oppungleladjingga
17 Mei 2024

Foto salah satu sudut
Perpustakaan Pribadi.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *