IDI Pacitan Menyapa: “Jangan asal mencoba pengobatan alternatif, terlebih di tempat yang belum memiliki izin praktik resmi dan sertifikat kompetensi di bidangnya.” Yuk… Simak Ulasannya

“Untuk mendapatkan manfaat aromaterapi, anda bisa menghirupnya melalui hidung atau mengoleskannya ke kulit. Penggunaan aromaterapi umumnya aman, tetapi beberapa orang mungkin mengalami reaksi alergi terhadap kandungannya.

Jika setelah memakai aromaterapi ke kulit, anda mengalami gatal, bentol-bentol, muntah, dan sesak napas, segera bersihkan dan berobatlah ke dokter,” jlentrehnya.

4. Refleksologi.

Refleksologi atau pijat refleksi adalah sejenis terapi yang memberikan tekanan hanya pada titik tertentu di kaki atau tangan.

Beberapa riset menemukan bahwa terapi ini bisa mengurangi stres dan membuat tubuh lebih rileks serta berenergi. Meski masih perlu diteliti lebih lanjut, pijat refleksi diyakini bisa mengurangi nyeri sendi, nyeri punggung, dan sembelit. Namun, jangan melakukan pijat refleksi jika baru pulih dari cedera sendi, memiliki penyakit kronis yang menyerang sendi, menderita asam urat, atau sedang hamil.

5. Terapi chiropractic.

Terapi chiropractic sebaiknya hanya dilakukan oleh seorang chiropractor yang bersertifikat.

Terapi ini dilakukan dengan memberikan tekanan pada persendian menggunakan tangan atau alat bantu khusus. Tujuannya adalah untuk mengembalikan posisi tulang yang bergeser dan mengurangi rasa sakit.

Selain itu, terapi chiropractic juga dapat mengatasi sakit leher, nyeri otot, dan sakit kepala. Setelah melakukan terapi ini, beberapa orang bisa merasakan efek samping yang bersifat sementara, yaitu merasa lelah atau sakit kepala ringan.

Sama seperti pengobatan alternatif lainnya, terapi chiropractic juga tidak bisa dijalani oleh semua orang. Bagi mereka yang menderita osteoporosis, gangguan saraf tulang belakang, dan riwayat kanker tidak dianjurkan melakukan terapi chiropractic.

6. Terapi bekam

Terapi bekam adalah pengobatan alternatif yang dapat dijadikan sebagai perawatan pelengkap untuk meredakan nyeri punggung, nyeri leher, sakit kepala, dan gejala rheumatoid arthritis.

Terapi ini dilakukan menggunakan cangkir khusus yang diletakkan di bagian tubuh tertentu, biasanya punggung atau perut. Cangkir tersebut kemudian menghasilkan tekanan yang dapat menarik kulit dan dipercaya mengeluarkan racun atau “darah kotor”.

Terapi bekam kadang kala dikombinasikan dengan terapi lintah untuk pengobatan penyakit seperti diabetes, hipertensi, wasir dan varises. Terapi ini biasanya menimbulkan beberapa efek samping, seperti luka bakar, kulit memar, kelelahan, otot tegang, dan mual.

Terapi bekam juga tidak dianjurkan untuk ibu hamil, anak-anak, wanita yang sedang menstruasi, dan orang yang mengkonsumsi obat pengencer darah. Pastikan alat bekam diganti dengan yang baru atau berbeda untuk setiap orang guna mencegah penularan penyakit melalui darah, seperti infeksi hepatitis B, hepatitis C, dan HIV.

7. Terapi sengat lebah.

Pengobatan alternatif ini menggunakan sengatan racun lebah yang diyakini bisa mengobati berbagai penyakit, terutama rheumatoid arthritis dan penyakit saraf seperti penyakit Parkinson dan multiple sclerosis.

Meski begitu, bukti dari manfaat terapi sengat lebah hingga saat ini masih terbatas pada hewan dan memerlukan penelitian lebih lanjut. Terapi ini juga bisa menimbulkan reaksi alergi yang serius pada beberapa orang.

8. Akupunktur.

Akupuntur adalah salah satu pengobatan alternatif dari Cina yang digunakan secara turun-menurun untuk meredakan nyeri.

Teknik pengobatan yang termasuk terapi holistik ini dilakukan dengan menusukkan jarum tipis ke area tubuh tertentu, seperti punggung dan tungkai.

Penusukan jarum halus di titik-titik tertentu dipercayai dapat merangsang saraf dan otot untuk melepaskan hormon pereda nyeri alami di dalam tubuh.

Beberapa penelitian menyatakan bahwa akupuntur efektif meredakan beberapa keluhan, seperti:
a) Mual dan muntah
b) Sakit gigi
c) Sakit kepala atau leher
d) Nyeri punggung
e) Kram menstruasi
f) Sulit tidur

Selain itu, pengobatan alternatif ini juga diyakini dapat meredakan gejala gangguan kecemasan dan depresi. Namun, jika mengalami gangguan perdarahan, mengonsumsi obat pengencer darah, atau sedang hamil, disarankan berkonsultasi dengan dokter lebih dulu sebelum menjalani akupunktur.

Pengobatan alternatif memang bisa dijadikan sebagai obat “pelengkap” dari pengobatan medis yang dapat meredakan berbagai keluhan umum.

Namun, pengobatan ini tetap tidak bisa menggantikan pengobatan medis dari dokter untuk mengatasi masalah kesehatan yang lebih serius.

“Agar pengobatan alternatif yang anda jalani bisa efektif dan memberikan manfaat bagi kondisi kesehatan anda, sebaiknya konsultasikan ke dokter lebih dulu. Perlu diingat, jangan asal mencoba pengobatan alternatif, terlebih di tempat yang belum memiliki izin praktik resmi dan sertifikat kompetensi di bidangnya,” tukasnya. (Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *