“Kami perlu sampaikan ini biar clear, sehingga kegiatan rencana kita kedepan untuk memajukan Bank ini bisa berjalan dengan baik,
“Tolong kami jangan dibawa-bawa, Bank NTT jangan dibawa-bawa, kasihan,” ucapnya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto mengatakan, penyelanggaraan RUPS merupakan kebutuhan, bukan keinginan.
“RUPS adalah kebutuhan bukan keinganan. Sampai saat ini kita kompak dalam mengurus Bank NTT,” tuturnya.
Selain itu, Komisaris Independen Bank NTT, Frans Gana, yang juga merupakan Ketua Komite Remunerasi dan Nominasi (KRN), menyampaikan bahwa proses pemilihan Direktur Utama definitif tengah berlangsung.
“Tidak ada hubungan untuk upaya yang diframing untuk merampok Bank NTT, tidak ada upaya untuk mengharah ke calon tertentu,” pungkasnya. *** (Mario Langun)
