Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana (P3AP2KB) NTT, Ruth Diana Laiskodat berharap anak-anak gunakan media sosial sesuai dengan usianya.
“Anak-anak jangan menggunakan media sosial yang khusus dewasa, gunakanlah media sosial yang untuk anak anak,”
“Contoh Michat jangan masuk di situ karena banyak orang tidak bermoral yang mengajak untuk melakukan kekerasan seksual yang tidak seharusnya. Kami juga menghimbau terjadi kekerasan dalam bentuk apa pun segera laporkan ke Sapa 129 atau hubungi 08111129129,” tutur Ruth Diana Laiskodat.
Dalam kesempatan itu juga, Direktur Yayasan Cita Madani, Silvester Seno mengatakan, dengan adanya talkshow ini diharapkan peserta mendapatkan pengetahuan baru tentang keamanan digital, bentuk kejahatan siber dan dampaknya terhadap kesehatan mental.
“Peserta mampu mengidentifikasi ancaman online serta mengetahui langkah-langkah pencegahan dan penangananya,”
“Orang muda lebih bijak dalam berinteraksi di dunia maya dan mampu menyebarkan informasi yang benar di lingkungan sekitarnya,” ujar Sil seno.
Selain itu Arafi Ahmad, salah seorang Narasumber yang mendalami Cyber Security mengajak masyarakat NTT jangan cepat percaya kepada orang lain di internet walaupun kita tahu dia itu siapa.
Jangan mengumbar data pribadi kita maupun diri sendiri saat aktivitas sehari-hari, kerena itu salah satu jalan munulnya keinginan orang untuk melakukan perbuatan jahat,” pungkasnya.


