Prof. Dr. Malkisedek Taneo: Akademisi Rendah Hati, Harapan Baru untuk Undana Kebanggaan NTT Makin Melejit

NTT, Liputan68.com Perjalanan hidup Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si adalah kisah tentang tekad, kerja keras, dan iman.

Lahir di Desa Mnelalete, Timor Tengah Selatan, 2 April 1967, ia tumbuh dalam keluarga petani sederhana dengan enam saudara.

Masa kecilnya penuh perjuangan, berjalan kaki kilometeran menuju sekolah, belajar dengan penerangan pelita, bahkan merendam kaki di ember agar tetap terjaga.

Namun, dari keterbatasan itulah ia membangun keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan menuju masa depan yang lebih baik.

Nasihat orang tuanya, “meup on ate, tah on usif” (kerja seperti hamba, makan seperti raja), menjadi pegangan hidup.

Dari situ, ia menempuh pendidikan di Universitas Nusa Cendana tahun 1987, sembari bekerja serabutan, menjadi kondektur angkutan, buruh kebun, hingga menggali got demi bertahan hidup.

Ketekunannya membuahkan hasil: lulus S1 tahun 1992, lalu mengabdi sebagai dosen di Undana.

Studi lanjut ia tempuh dengan penuh perjuangan. Tahun 1998, ia meraih beasiswa S2 di Universitas Airlangga, kemudian melanjutkan S3 di Universitas Negeri Malang hingga meraih gelar doktor pada 2016.

Gelar Guru Besar pun akhirnya disematkan kepadanya pada 2024, sebagai pengakuan atas dedikasi dan kiprahnya di dunia akademik.

Dalam kariernya, Prof. Taneo pernah menjadi Ketua Jurusan, Wakil Dekan, hingga menjabat Dekan FKIP Undana dua periode.

Kepemimpinannya dikenal rendah hati, egaliter, dan penuh inovasi. Ia selalu menekankan bahwa kampus bukan sekadar tempat mencetak sarjana, melainkan juga membentuk manusia berkarakter.

Prinsip yang selalu ia pegang adalah bahwa pendidikan tinggi tidak hanya mencetak lulusan berijazah, tetapi juga menumbuhkan manusia berkarakter, bermoral, dan siap mengabdi untuk masyarakat.

Sebagai calon Rektor Undana, ia berkomitmen meningkatkan mutu akademik, memperkuat riset yang aplikatif, serta memperluas jaringan kolaborasi internasional.

Ia percaya bahwa Undana memiliki potensi besar untuk menjadi universitas unggulan di kawasan timur Indonesia, bahkan berdaya saing di tingkat global.

Di balik visi besarnya, Prof. Malkisedek juga menaruh perhatian khusus pada kesejahteraan mahasiswa.

Ia sering menyampaikan bahwa mahasiswa adalah pusat dari segala aktivitas kampus. Oleh karena itu, peningkatan fasilitas belajar, beasiswa, serta ruang-ruang kreatif bagi mahasiswa menjadi prioritas yang akan ia dorong.

Kolega dan alumni Undana melihat dirinya sebagai pemimpin yang inklusif dan egaliter.

Ia tidak segan mendengarkan ide dari siapa pun, baik dosen muda maupun tenaga kependidikan. Kemampuannya merangkul banyak pihak dianggap sebagai modal penting untuk memimpin universitas dengan beragam dinamika.

Kini, ketika Undana bersiap menatap masa depan, kehadiran Prof. Dr. Drs. Malkisedek Taneo, M.Si sebagai calon rektor memberi harapan baru.

Ia adalah representasi dari sosok akademisi yang matang, pemimpin yang visioner, sekaligus putra daerah yang memahami denyut nadi masyarakat NTT.

Harapan besar pun mengalir, bahwa di bawah kepemimpinannya kelak, Undana tidak hanya menjadi kampus kebanggaan NTT, tetapi juga pusat keilmuan yang melahirkan generasi cerdas, berkarakter, dan siap bersaing di panggung nasional maupun internasional.

Kisah hidupnya adalah cerminan perjuangan anak-anak NTT yang berangkat dari kesederhanaan, tetapi mampu menembus batas dengan pendidikan dan ketekunan.

Kini, namanya disebut sebagai calon kuat Rektor Undana, membawa harapan baru bagi universitas kebanggaan masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Prof. Taneo adalah bukti nyata bahwa doa, kerja keras, dan integritas mampu mengubah nasib, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk tak pernah berhenti bermimpi.

Ia adalah akademisi senior, guru besar yang selama puluhan tahun mengabdikan diri untuk memajukan dunia pendidikan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT).***

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *