“Kehadiran bapak-ibu hari ini menjadi wujud nyata ekosistem kebahasaan. Mari utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing demi literasi dan kemajuan bangsa,” ucapnya.
Dora menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan menyebarluaskan produk kebahasaan dan kesastraan, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kesadaran literasi di berbagai lapisan masyarakat.
Acara ini diikuti oleh 124 peserta, terdiri dari kepala sekolah, guru, pelajar, perwakilan pemerintah daerah, media, dan masyarakat umum.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga keberlanjutan pengembangan kebahasaan dan kesastraan.
“Kami mendukung penuh kolaborasi dengan berbagai pihak agar pelestarian bahasa dan sastra terus hidup. Bahasa adalah kekuatan kita bersama,” ujarnya.
Turut hadir Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, R. Hery Budhiono, dan Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi NTT, Christina Terentje Weking, yang ikut menegaskan komitmen Balai Bahasa dalam memperkuat upaya pelestarian di daerah.
Anita Gah juga engingatkan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, bahasa dan sastra menjadi jangkar moral dan identitas nasional.
“Budaya memperkuat identitas nasional dan menumbuhkan jiwa kebangsaan. Dari bahasa, kita menemukan Indonesia,” tutur Anita penuh makna.***

