Diseminasi di Kupang, Anita Gah: Bahasa dan Sastra Adalah Fondasi Utama Karakter Bangsa
NTT, Liputan68.com- Suasana penuh semangat Hari Pahlawan terasa hangat di Ballroom Hotel Harper Kupang, Senin (10/11/2025), ketika ratusan peserta dari berbagai kalangan hadir dalam Diseminasi Produk Pengembangan Kebahasaan dan Kesastraan yang digelar oleh Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Acara yang dihadiri oleh Anggota Komisi X DPR RI, Anita Jacoba Gah, menjadi momentum penting untuk menegaskan kembali bahwa bahasa dan sastra adalah bagian tak terpisahkan dari identitas dan keutuhan bangsa.
Dalam sambutannya, Anita Gah mengajak seluruh peserta untuk merenungkan makna bahasa sebagai penopang peradaban.
“Hari ini bertepatan dengan Hari Pahlawan, mari kita renungkan bahwa perjuangan tak hanya dilakukan dengan senjata, tapi juga dengan kata. Bahasa dan sastra adalah fondasi utama dalam membangun karakter bangsa,” ujarnya.
Anggota DPR RI dapil NTT 2 itu menegaskan bahwa bahasa tidak hanya alat komunikasi, tetapi juga penjaga nilai moral, sosial, dan budaya yang membentuk jati diri Indonesia.
Ia menyoroti pentingnya merawat bahasa daerah sebagai bagian dari kekayaan nasional.
“Di NTT ada 72 bahasa daerah yang harus kita lindungi. Melalui kegiatan ini, saya berharap semangat pelestarian itu tidak berhenti di ruangan ini saja, tapi menjadi gerakan nyata di masyarakat,” tambahnya.
Menurutnya, kolaborasi antarpihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghidupkan kembali ekosistem kebahasaan dan kesastraan di era digital yang penuh tantangan.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, Dora Amalia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang hadir pada momentum bersejarah ini.
“Kehadiran bapak-ibu hari ini menjadi wujud nyata ekosistem kebahasaan. Mari utamakan bahasa Indonesia, lestarikan bahasa daerah, dan kuasai bahasa asing demi literasi dan kemajuan bangsa,” ucapnya.
Dora menekankan bahwa kegiatan ini bertujuan menyebarluaskan produk kebahasaan dan kesastraan, memperkuat kolaborasi, serta meningkatkan kesadaran literasi di berbagai lapisan masyarakat.
Acara ini diikuti oleh 124 peserta, terdiri dari kepala sekolah, guru, pelajar, perwakilan pemerintah daerah, media, dan masyarakat umum.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Soleman Ludji, menegaskan pentingnya sinergi dalam menjaga keberlanjutan pengembangan kebahasaan dan kesastraan.
“Kami mendukung penuh kolaborasi dengan berbagai pihak agar pelestarian bahasa dan sastra terus hidup. Bahasa adalah kekuatan kita bersama,” ujarnya.
Turut hadir Kepala Balai Bahasa Provinsi NTT, R. Hery Budhiono, dan Kepala Subbagian Umum Balai Bahasa Provinsi NTT, Christina Terentje Weking, yang ikut menegaskan komitmen Balai Bahasa dalam memperkuat upaya pelestarian di daerah.
Anita Gah juga engingatkan bahwa di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi, bahasa dan sastra menjadi jangkar moral dan identitas nasional.
“Budaya memperkuat identitas nasional dan menumbuhkan jiwa kebangsaan. Dari bahasa, kita menemukan Indonesia,” tutur Anita penuh makna.***

Tinggalkan Balasan