Pacitan,Liputan 68.com- Pohon beringin kerap dimaknai sebagai simbol keteduhan, kekuatan, dan kebersamaan. Rantingnya menaungi, akarnya mencengkeram bumi, sementara di kedalaman tanah tersimpan mata air yang menghidupi.
Filosofi itu pula yang melekat dalam perjalanan pengabdian Bambang Suseno, anggota DPRD Pacitan dari Fraksi Golkar.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan Ngadirojo–Sudimoro, Bambang memilih jalan pengabdian yang bertumpu pada kedekatan dan nilai kekeluargaan.
Dia meyakini, kehadiran seorang legislator harus mampu menjadi peneduh bagi masyarakat, hadir di saat dibutuhkan, memberi rasa aman, dan menjadi tempat berkeluh kesah tanpa sekat.
Dalam setiap perjumpaan dengan warga, Bambang memaknai akar beringin sebagai pondasi kepercayaan. “Hubungan yang dibangun tidak semata urusan politik, melainkan ikatan sosial yang tumbuh dari kejujuran, konsistensi, dan komitmen untuk terus menyatu dengan denyut kehidupan masyarakat,” ujarnya, Ahad (28/12/2025).
Dari sanalah, sumber “mata air” pengabdian mengalir jernih, tenang, dan berkesinambungan.
Penghujung tahun menjadi momentum reflektif bagi Bambang. Ia melihatnya sebagai ruang mempererat silaturahmi dan merajut kembali kebersamaan yang mungkin sempat merenggang oleh dinamika kehidupan.








