Liputan BERITA

Yuk Berwisata Ke Pacitan. Sensasi Eksklusif Bermalam Sambil Ngecam Di Pesisir Pantai

Ditulis oleh Liputan68 pada 27 Desember 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com-Hujan turun hampir tanpa jeda. Langit kelabu menggantung di atas garis pantai selatan Pacitan. Ombak bergulung lebih berat dari biasanya, angin laut membawa aroma asin yang lembap.

Namun, di tengah suasana yang bagi sebagian orang terasa kurang bersahabat itu, tenda-tenda justru berdiri berderet. Malam Nataru di Pacitan menemukan denyutnya sendiri.

Libur Natal dan Tahun Baru kali ini menghadirkan potret pariwisata yang tak biasa. Saat sebagian daerah memilih menutup aktivitas luar ruang karena cuaca, pantai-pantai Pacitan justru dipadati wisatawan yang memilih cara berbeda untuk berlibur dengan berkemah, menyatu dengan alam, dan menantang cuaca.

Pantai Buyutan, Srau, hingga sejumlah pantai lain di sepanjang Jalur Lintas Selatan, berubah menjadi ruang pertemuan para pencari pengalaman. Api unggun menyala, suara ombak menjadi pengantar malam, sementara hujan sesekali jatuh di atas terpal tenda.

Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pacitan dan keterangan pelaku usaha persewaan tenda, aktivitas camping melonjak hingga 150 persen dibandingkan hari normal.

“Fenomena ini bukan sekadar angka statistik. Ia adalah cermin perubahan cara pandang wisatawan,” ujar Kepala Disparbupora Pacitan, Muniirul Ichwan, Sabtu (27/12/2025).

Liburan tak lagi sebatas berfoto atau singgah sejenak. Kini, banyak orang memilih tinggal lebih lama, merasakan dinginnya malam, mendengar cerita ombak, dan bangun pagi dengan aroma laut.

“Kondisi cuaca memang kurang bersahabat, tapi justru di situ tantangannya,” ujar salah seorang wisatawan yang memilih bermalam di Pantai Srau. Baginya, hujan bukan penghalang, melainkan bagian dari cerita yang ingin dibawa pulang.

Muniirul menegaskan, melihat tren ini sebagai sinyal positif. Menurutnya, meningkatnya minat camping menunjukkan Pacitan semakin dikenal sebagai destinasi wisata berbasis pengalaman dan petualangan.

“Meskipun hujan cukup tinggi, animo wisatawan tetap besar. Bahkan, minat camping di kawasan pantai meningkat hingga 150 persen. Ini menjadi indikator bahwa Pacitan semakin diminati sebagai destinasi wisata alam,” tuturnya.

Namun, di balik romantika tenda dan api unggun, kewaspadaan tetap menjadi kata kunci. Cuaca ekstrem, angin kencang, dan potensi hujan lebat masih mengintai.

Dinas Pariwisata pun mengimbau wisatawan agar selalu mengikuti arahan petugas, memperhatikan prakiraan cuaca, serta mengutamakan keselamatan selama beraktivitas di kawasan pantai.

Di saat yang sama, pemerintah daerah terus memperkuat pengawasan dan koordinasi lintas sektor demi memastikan libur Nataru berjalan aman dan nyaman. Bagi Pacitan, tingginya minat wisatawan di tengah hujan adalah bukti bahwa pesona alam tak selalu bergantung pada cerahnya langit.

Kadang, justru di bawah hujan dan angin laut, kenangan liburan tercipta lebih dalam. Tenda-tenda di bibir pantai Pacitan menjadi saksi, wisata bukan hanya tentang tujuan, tetapi tentang pengalaman yang dirasakan sepenuh hati.(Red/yun)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian