“Pelatihan ini bukan hanya tentang penguasaan teknis aplikasi, tetapi juga tentang membangun budaya kerja berbasis data dan kolaborasi lintas perangkat daerah. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh, aktif berdiskusi, serta tidak ragu bertanya kepada narasumber.” Lanjut Sry Puspa.
Melalui dukungan pendanaan dan asistensi teknis program LCDI-2 ini, daerah diharapkan memiliki kapasitas untuk: mengoperasikan AKSARA secara optimal, meningkatkan kualitas data aksi PPRK (Pembangunan Rendah Karbon), memastikan sinkronisasi data dengan target dan indikator nasional, serta memperkuat transparansi pelaporan kinerja.
Pelatihan menghadirkan narasumber dari instansi pusat, yaitu: Direktorat Lingkungan Hidup, Kementerian PPN/Bappenas, yang memaparkan konsep pembangunan rendah karbon, arsitektur AKSARA, jenis aksi yang wajib dilaporkan, serta mekanisme pelacakan kinerja. Direktorat Kebijakan Multilateral dan Keuangan Berkelanjutan, Kementerian Keuangan, yang menjelaskan keterkaitan pelaporan AKSARA dengan kebijakan pendanaan hijau, mekanisme pembiayaan berkelanjutan, serta peluang integrasi aksi daerah dengan kerangka pendanaan nasional dan internasional.
Program LCDI Fase 2 merupakan inisiatif kerja sama antara Kementerian PPN/Bappenas dan UK Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) yang bertujuan mengintegrasikan strategi pembangunan rendah karbon ke dalam perencanaan nasional serta memperkuat sistem pemantauan, pelaporan, dan verifikasi, sehingga Indonesia dapat menurunkan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sekaligus tetap menjaga arah pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
(LP-01)
