Keesaan Tuhan dalam Pandangan Hindu (Bagian 2 – Tamat)

Oleh : Selwa Raja, Mbp.

Om Swastiastu,

Kita memuja Tuhan dengan berbagai manifestasi-Nya, karena sesungguhnya Tuhan meresapi seluruh yang ada dan yang akan ada.

Tuhan berada di semua ciptaan-Nya dan secara bersamaan berada juga di luar ciptaa-Nya, tidak terbatas oleh ruang dan waku dan ada di mana-mana, bahkan di dalam diri kita.

Tuhan bersifat Acintya atau tidak terfikirkan oleh manusia. Artinya, manusia tidak dapat menggambarkan Tuhan dengan sempurna.

Sebagai makhluk yang dikarunia akal dan fikiran, manusia memiliki cara untuk mewujudkan bhaktinya kepada Sang Penguasa Alam Semesta dengan berbagai cara berdasarkan nilai-nilai dharma (kebenaran).

Kita sebagai manusia tidak dapat menggambarkan Tuhan secara utuh. Kita hanya dapat menggambarkan Tuhan seperti apa yang kita pikirkan dan untuk diri kita sendiri.

Karena definisi Tuhan menurut saya akan berbeda dengan definisi Tuhan menurut anda. Namun kebenaran yang mutlak itu adalah Tuhan itu satu tunggal adanya.

Kita seperti orang buta yang meraba gajah dalam menggambarkan keagungan Tuhan. Orang buta pertama, ketika diberi kesempatan meraba gajah dan yang diraba adalah kaki gajah, maka dia akan memberikan definsi berdasarkan pengalaman indrawinya, bahwa gajah itu seperti tiang-tiang yang kokoh.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *