Bu Kades Jeruk, Bandar Pacitan, Terus Kembangkan Usaha Janggelan Dimasa Pandemi Global Coronavirus

Pacitan, liputan 68.com- Menggeluti usaha janggelan, bukanlah hal mudah. Selain penyediaan bahan bakunya, juga proses pembuatan bahan es cincau tersebut, yang bisa dibilang tak mudah, bagi mereka yang tidak punya keahlian khusus.

Namun hal tersebut berbeda dengan yang dialami Nyonya Haris Kuswanto, istri dari Kepala Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan ini. Sudah berpuluh tahun, ia menekuni usaha pembuatan janggelan.

Bukan hanya dari proses pembuatannya, namun ia juga bergelut dari sisi pertaniannya menanam janggelan, sampai siap untuk dipetik. Berangkat dari usaha yang dirintisnya sejak berpuluh tahun silam itulah, Nyonya Haris bisa membantu suaminya, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Saat dikonfirmasi, Nyonya Haris mengatakan, untuk sekilo daun janggelan saat ini bisa dijual atau ia beli dari petani seharga Rp 27.500. Sedangkan batang janggelan seharga Rp 15 ribu per kilogramnya (kg). “Setiap satu kg daun janggelan bisa menghasilkan satu ember (sekitar 22 kg) janggelan matang siang konsumsi,” ujarnya, saat dikonfirmasi dilokasi tempat pembuatan janggelan, di Desa Jeruk, Sabtu (17/10).

Setiap satu ember janggelan tersebut, ia jual ke pedagang pasar di Pacitan seharga Rp 75 ribu. “Kalau pas bulan Ramadhan, dimana saat permintaan janggelan naik, untuk sekilo daun janggelan, petani sempat menjual sampai Rp 67 ribu per kg,” jelasnya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *