Oleh : Dr. Purwadi, M.Hum
(Ketua Lembaga Olah Kajian Nusantara –LOKANTARA. Hp 087864404347)
A. Perilaku Andhap Asor Wani Ngalah Luhur Wekasane
Jawa jiwa kang kajawi. Nasihat kehidupan yang luhur telah disampaikan oleh Ki Ageng Tarub pada tahun 1482. Raden Bondan Kejawan putra Prabu Brawijayamenikah dengan Dewi Nawangsih. Dalam menempuh bahtera rumah tangga, Ki Ageng Tarub memberi wejangan pada putrinya, dengan disaksikan oleh istrinya, Dewi Nawangwulan yang turun dari kayangan.
Dewi Nawangwulan adalah widodari kayangan Junggring Salaka. Beliau datang ke madyapada dalam rangka acara midodareni. Ki Ageng Tarub pasang tuwuhan sebagai lambang kemakmuran. Tata cara ini begitu sakral, karena Ki Ageng Tarub besanan dengan raja Majapahit. Bertempat di ruang pringgitan, Ki Ageng Tarub memberi wejangan arti penting sikap rendah hati.
Mijil
Dedalane guna lawan sekti. kudu andhap asor. wani ngalah luhur wekasane.
tumungkula yen dipun dukani. bapang den simpangi. ana catur mungkur.
Suri tauladan keutamaan itu dihayati oleh Pak Joko Widodo dan Bu Iriana. Saat itu beliau sedang berbahagia. Telah lahir anak kedua pasangan Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda Putri. Tepat pada hari Jumat sore pukul15.46 tanggal 15 November 2019. Dia bernama La Lembah Manah. Seorang putri cantik jelita yang menawarkan watak andhap asor.
Wanodya ayu tama ngambar aruming kusuma. Tempat kelahiran La Lembah Manah di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo. Turut mangayu bagya Bapak Terawan Agus Putranto, Menteri Kesehatan RI. Sejak awal babaran Bu Sri Partini tampak sibuk. Ibunda Mbak Selvi Ananda ini memberi rasa ayem tentrem pada sang putri. Proses persalinan itu dalam perawatan dr. Soffin Arfian. Rasa bagya mulya menerangi jagad raya.
Gegarane wong akrami. Dudu bandha dudu rupa. Amung ati pawitane. Pernikahan Raden Bondan Kejawan dengan Dewi Nawangsih melahirkan Raden Getas Pendawa. Nanti keluarga ini selanjutnya menurunkan Ki Ageng Wonosobo, Ki Ageng Ngerang, Ki Ageng Sela. Ki Ageng Ngerang menurunkan Ki Ageng Penjawi. Adapun Ki Ageng Wonosobo menurunkan Ki Ageng Juru Martani. Sedang Ki Ageng Sela menurunkan Ki Ageng Enis. Lantas Ki Ageng Enis menurunkan Ki Ageng Pemanahan.
Mersudi ing reh tata krami. Budi luhur kulinakna, watak asor singkirana. Ungkapan ini menjadi bekal trah Ki Ageng Tarub untuk melakukan pengabdian. Mereka adalah abdi kinasih kraton Pajang yang selalu siyaga ing gati, sawega ing dhiri. Labuh labet marang praja. Seterusnya mereka berjasa mendukung Panembahan Senopati untuk mendirikan kerajaan Mataram pada tahun 1582.
Sikap rendah hati modal utama. Kanjeng Ratu Waskitha Jawi adalah putri Ki Ageng Penjawi. Beliau sebagai garwa prameswari Panembahan Senopati. Nanti melahirkan Sinuwun Prabu Hadi Hanyakrawati yang memerintah Mataram tahun 1601 – 1613. Peran Kanjeng Ratu Waskitha Jawi cukup menonjol selama menjadi ibu negeri Mataram, Ratu Waskitha Jawi bertindak bijaksana, andhap asor, lembah manah kepada siapa saja.
Bermodalkan sikap lembah manah itu, Ratu Waskitha Jawi membangun kerajaan Mataram yang beribukota di Kotagedhe. Sebagai putri Ki Ageng Penjawi yang menjadi Bupati Pati, Ratu Waskitha Jawi memiliki kebun jati di sepanjang gunung kendheng. Pembangunan istana Kotagedhe sebagian besar atas sumbangan warga Pati.
Sikap lembah manah juga ditunjukkan oleh Kanjeng Ratu Banuwati. Beliau adalah putri Pangeran Benawa, cucu Jaka Tingkir atau Sultan Hadiwijaya Kamidil Syah Alam Akbar Panetep Panatagama. Kanjeng Ratu Banuwati memberi dorongan dengan konsep unggah ungguhing basa, kasar alusing rasa, jugar genturing tapa. Kelak Kanjeng Ratu Banuwati melahirkan Kanjeng Sultan Agung Prabu Hanyakra Kusuma, raja Mataram tahun 1613 – 1645.
Trahing Kusuma rembesing madu. Cucu Sultan Pajang belajar perilaku darma bakti keputren lewat kitab Nitisruti karya Pangeran Karanggayam. Seluk beluk niaga ukir-ukiran belajar dari Kanjeng Ratu Kalinyamat. Teknik kebun jati belajar pada Kanjeng Ratu Waskitha Jawi. Rasa kebangsaan diperoleh dari Nyi Ageng Sabinah Wonosobo. Tontonan tuntunan tatanan dipegang teguh dalam kehidupan sehari-hari. Murih sampurnane urip.
Semangat gemi nastiti, ngati-ati ditunjukkan oleh Kanjeng Ratu Batang. Permaisuri Sultan Agung ini begitu luhur ing budi. Titenana wong cidra mangsa langgenga. Tingkah laku yang tercela bisa mendatangkan barang celaka, maka hindarilah. Orang harus berbuat jujur. Kanjeng Ratu Batang turut menyusun isi Serat Pengracutan. Isinya tentang konsep teologis Kejawen.
Garwa prameswari raja Mataram yang bersikap andhap asor lembah manah ditunjukkan oleh Kanjeng Ratu Wetan. Beliau putri Pangeran Kajor, seorang Pangeran tran kraton Pajang. Sejak kecil hidup di Banyumanik Semarang. Kelebihan Kanjeng Ratu Wetan terletak pada ketrampilan manajemen pelabuhan, pelayaran dan perikanan.
B. Bendera Gula Klapa Perlambang Kejayaan Nusantara.
Bendera gula klapa berkibar di penjuru nusantara. Pada masa pemerintahan Sri Susuhunan Amangkurat Agung tahun 1645 – 1677, Ratu Wetan tampil sebagai pelaku maritim. Ratu Wetan atau Wiratsari ini bergelar Ratu Kencana. Beliau sumare di Pakuncen Adiwerna Tegal. Dasar-dasar kelautan dikembangkan di pesisir utara dan wilayah Bang Kulon. Sepanjang aliran Kali Serayu mendapat perhatian serius dari Kanjeng Ratu Wetan atau Ratu Wiratsari. Tanda cinta pada seni gagrag Banyumasan .
Lagu Serayu
