Ditengah Pandemi Covid-19, Kepala Desa Jeruk, Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan Manfaatkan Lahan Bengkoknya Untuk Bertanam Ketela Madu

Pacitan, liputan68.com- Ditengah badai coronavirus, sejumlah masyarakat di Kecamatan Bandar, Kabupaten Pacitan, masih tetap bisa eksis. Utamanya mereka yang demen bercocok tanam.

Hal itu seperti yang dilakukan Kepala Desa Jeruk, Haris Kuswanto. Selama masa pandemi ini, ia bersama keluarganya, concern memanfaatkan lahan bengkok dan lahan pertanian miliknya, untuk bercocok tanam, ketela cilembu, atau yang jamak disebut dengan ketela madu. “Setelah masa tanam padi selesai, lahan bengkok dan beberapa lahan lainnya, kami manfaatkan untuk ditanami ketela cilembu. Dan hasilnya, Alhamdulillah bisa untuk menyambung ekonomi keluarga,” ujar Haris, saat dikonfirmasi disela-sela memanen ketela cilembu, Sabtu (17/10).

Menurut kepala desa dua periode ini, saat musim panen, harga ketela cilembu bisa laku Rp 3.500 hingga Rp 4.000 per kilogram (kg). “Yang mahal lagi ketika tidak musim panen. Harganya bisa mencapai Rp 7.500 ribu per kg,” ceritanya.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *