Bu Kades Jeruk, Bandar Pacitan, Terus Kembangkan Usaha Janggelan Dimasa Pandemi Global Coronavirus

Sementara itu, dimasa pandemi global coronavirus (disease) covid-19 ini, dalam sehari ia hanya bisa membuat 15-22 ember janggelan siap konsumsi. Sebab selain sulitnya bahan baku, juga proses pembuatan yang terbilang memakan waktu sampai dua hari. “Kecuali kalau pas permintaan tinggi seperti saat bulan puasa, proses pembuatan janggelan bisa lebih dipercepat, satu hari selesai,” ceritanya.

Sekalipun cukup rumit proses pembuatannya, namun Nyonya Haris mengaku tidak akan pernah berhenti membuat janggelan. Bisnis kecil-kecilan yang dirintisnya sejak berpuluh tahun silam itu, akan terus dilanjutkan. “Usaha pembuatan janggelan ini akan terus kami lanjutkan. Sebab bisa memberikan kontribusi bagi ekonomi keluarga kami,” tukasnya. (yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *