Liputan KEAGAMAAN

Rubah Hari Wafat Isa Almasih jadi kenaikan Tuhan Yesus, Menag Yaqut sepakat dengan Uskup. Ini Faktanya

Ditulis oleh Liputan68 pada 11 Mei 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Liputan68.com | Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, sepakat dengan para uskup untuk mengubah nama Hari Raya Kenaikan dan Wafatnya Isa Almásih menjadi Kenaikan dan Wafatnya Tuhan Yesus.

Laporan ini langsung dibantah oleh Pj Direktur Jenderal Komunitas Katolik, A.M. Adiyarto Sumardjono. Dia mengatakan tuduhan itu sama sekali tidak benar atau salah, bahwa belum ada kesepakatan antara pemerintah yang diwakili oleh Menteri Agama Yaqut dan para uskup Indonesia.

Sebelumnya diberitakan bahwa Menteri Agama Yaqut telah sepakat dengan para uskup dalam pertemuan di Aula Pusat Katolik Keuskupan Amboina pada tanggal 23 April 2022 untuk mengubah Hari Raya Kenaikan dan Wafatnya Isa Almásih menjadi Kenaikan dan Kematian Tuhan Yesus.

Adiyarto Sumardjono yang akrab disapa Toto mengatakan, dalam kunjungannya ke Ambon, Menteri Agama kala itu akan menghadiri Pentahbisan Uskup Diosis Amboina saat itu.

“Saya hadir dalam pertemuan Menag dan para Uskup dari beberapa wilayah Indonesia di Aula Catholic Center Keuskupan Amboina. Saya mendampingi Menag di setiap pertemuan dan saya pastikan tidak ada kesepakatan terkait penggantian nama hari libur umat Nasrani tersebut,” ucap Toto seperti yang dikutip Hops.ID dari Warta Ekonomi jaringan media Suara pada Rabu, 11 Mei 2022.

Toto  juga menjelaskan bahwa sejumlah suara dari beberapa uskup diharapkan pada pertemuan tentang perubahan nama.

Namun, Menteri Agama, sebagai Menteri Semua Agama, memiliki kapasitas untuk mendengarkan keinginan ini, termasuk proposal untuk mengubah penyebutan hari raya Mesianik.

“Jadi Menag saat itu baru mendengarkan aspirasi. Sifatnya juga disampaikan secara lisan dalam pertemuan. Jadi tidak ada kesepakatan dalam bentuk apa pun,” jelas Toto.

Ini segera mencatat bahwa proposal masih harus melalui tahap pembahasan sebelum dapat diadopsi dan diimplementasikan.

“Apalagi, usulan semacam itu, tentu harus melalui pembahasan lintas Kementerian” jelas Toto.

Dia menegaskan kembali bahwa tuduhan terhadap Menteri Agama Yaqut, yang telah bernegosiasi dengan para uskup untuk mengubah hari raya Kenaikan dan kematian Isa Almásih menjadi Kenaikan dan kematian Tuhan Yesus, tidak benar.

““Jadi tidak benar tuduhan yang mengatakan Menag Yaqut sudah bersepakat dengan para Uskup untuk mengganti nama hari libur umat Nasrani,” tegasnya.

Sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengimbau dia dan umat Katolik dalam pertemuan para uskup untuk selalu menjaga perdamaian dan ketenangan di negara ini.

Menteri Agama mengungkapkan bahwa Indonesia adalah negara yang besar dan beragam dalam hal adat dan agama.

“Kita semua harus terus berusaha menciptakan ketenangan dan kedamaian. Ini harus terus dilakukan karena Indonesia sangat beragam”, katanya.

Tak hanya itu, Yaqut yang juga ketua umum GP Ansor ini menegaskan, setiap orang bisa menunjukkan rasa hormat dan santun kepada orang yang berbeda keyakinan.

“Atas nama pemerintah, saya minta kerjasama yang baik di kalangan umat Katolik”, kata menteri agama.

Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Uskup Agung Piero Pioppo dan Staf Khusus Menteri Agama Komunikasi dan Image Building Wibowo Prasetyo.

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian