Liputan68.com | Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas, sepakat dengan para uskup untuk mengubah nama Hari Raya Kenaikan dan Wafatnya Isa Almásih menjadi Kenaikan dan Wafatnya Tuhan Yesus.
Laporan ini langsung dibantah oleh Pj Direktur Jenderal Komunitas Katolik, A.M. Adiyarto Sumardjono. Dia mengatakan tuduhan itu sama sekali tidak benar atau salah, bahwa belum ada kesepakatan antara pemerintah yang diwakili oleh Menteri Agama Yaqut dan para uskup Indonesia.
Sebelumnya diberitakan bahwa Menteri Agama Yaqut telah sepakat dengan para uskup dalam pertemuan di Aula Pusat Katolik Keuskupan Amboina pada tanggal 23 April 2022 untuk mengubah Hari Raya Kenaikan dan Wafatnya Isa Almásih menjadi Kenaikan dan Kematian Tuhan Yesus.
Adiyarto Sumardjono yang akrab disapa Toto mengatakan, dalam kunjungannya ke Ambon, Menteri Agama kala itu akan menghadiri Pentahbisan Uskup Diosis Amboina saat itu.
“Saya hadir dalam pertemuan Menag dan para Uskup dari beberapa wilayah Indonesia di Aula Catholic Center Keuskupan Amboina. Saya mendampingi Menag di setiap pertemuan dan saya pastikan tidak ada kesepakatan terkait penggantian nama hari libur umat Nasrani tersebut,” ucap Toto seperti yang dikutip Hops.ID dari Warta Ekonomi jaringan media Suara pada Rabu, 11 Mei 2022.
Toto juga menjelaskan bahwa sejumlah suara dari beberapa uskup diharapkan pada pertemuan tentang perubahan nama.
Namun, Menteri Agama, sebagai Menteri Semua Agama, memiliki kapasitas untuk mendengarkan keinginan ini, termasuk proposal untuk mengubah penyebutan hari raya Mesianik.
“Jadi Menag saat itu baru mendengarkan aspirasi. Sifatnya juga disampaikan secara lisan dalam pertemuan. Jadi tidak ada kesepakatan dalam bentuk apa pun,” jelas Toto.
Ini segera mencatat bahwa proposal masih harus melalui tahap pembahasan sebelum dapat diadopsi dan diimplementasikan.
