Liputan OLAHRAGA

Desain Unik Sirkuit Formula E Ancol yang Tidak Dimiliki Sirkuit di Negara Lain

Ditulis oleh Liputan68 pada 11 Mei 2022 ⏱️ 2 Menit Baca

Jakarta – Liputan68.com – Desain sirkuit Formula E yang berada di kawasan Ancol Timur, Jakarta Utara, diklaim berbeda dengan negara-negara lain. Bahkan desain ini sulit dikuti oleh negara lain.

Irawan Sucahyono, Vice President Infrastructure & General Affair OC Jakarta E-Prix 2022, mengatakan bahwa perbedaan sirkuit itu bisa dilihat dari desain dalam sirkuit.

Sirkuit di Ancol, memiliki Attack Mode yang memungkinkan terjadinya overtake atau menyalip. Namun, Overtake ini nantinya tak mudah dilakukan oleh pembalap.

β€œAda yang namanya Attack Mode, di mana tenaga mobil balap akan diperbesar secara elektronik. Kalau pembalap masuk ke Attack Mode, dia akan dapat tenaga tambahan sehingga akan terjadi Overtaking. Tapi overtake tak bisa terjadi jika mobil di depan pembalap ada di racing Iine yang benar,” katanya seperti dikutip redaksi, Rabu (11/05/2022).

Menurutnya, itulah yang membuat sirkuit Formula E di Ancol menjadi andalan dan berbeda dengan sirkuit di negara-negara lain.

Rancangan Sirkuit Formula E Ancol (doc. Red.)

β€œBalapan ini untuk tontonan. Bagaimana agar tontonan ini menarik? Harus ada banyak overtake, harus ada banyak kompetisi di antara pembalap,” jelas Irawan.

“Karena bentuk sirkuit di Ancol memungkinkan adanya Overtaking, maka event ini akan menarik sekali. Mungkin akan menjadi awal dan bentuk sirkuit Formula E yang lain,” lanjut Irawan.

Irawan bahkan mengatakan desain sirkuit Formula E di Jakarta sulit diikuti oleh negara lain. Hal itu dikarenakan geometri jalan yang ada di negara lain tidak memungkinkan membuat dimensi yang lebih besar pada saat mau masuk tikungan.

“Biasanya kalau overtake kan dapatnya selalu di trek lurus agak panjang. Nah, di sini kita melibatkan banyak sekali posisi-posisi itu,” ucap Irawan.

Dipilihnya Ancol sebagai lokasi Formula E sebelumnya telah melewati pertimbangan secara matang. Bentuk sirkuit Formula E di Jakarta pun didesain mirip kuda lumping dengan panjang lintasan sejauh 2,4 KM.

Arah lintasan sirkuit ini searah jarum jam dengan memiliki panjang trek lurus 600 meter. Selanjutnya sirkuit ini akan memiliki 18 tikungan dengan lebar sirkuit 16 meter.(SS)

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian