Terkait Seks Menyimpang dan Prostitusi Online Yang Diduga Mulai Marak Di Pacitan, Tomas Hadi Subowo Ingatkan Azab Allah Seperti Di Jaman Nabi Lutf AS

Mereka mendapat azab juga karena melakukan kekejian (al-fahisyah), bersikap dan bertindak melampaui batas (al-ádun), melakukan kebodohan (al-jahl), dan perbuatan sangat buruk (al-khabaís).

“Kalau mau jujur tidak serta-merta tentang sodomi tapi berbagai perilaku menyimpang seperti berzina dan selingkuh dari pasangan yang sah, serta tindak kriminal lainnya,” kata Ustaz Arif Nuh Safri dalam program Blak-blakan.

Alumnus Ilmu Tafsir Hadis dari UIN Sunan Kalijaga itu menyebut ada sekitar 35-40 ayat di dalam al-Quran yang berkisah tentang kaum tersebut, antara lain terdapat di dalam Surat al-Araf: 80-81, al Hijr: 67-72, An-Naml (54-58), al-Asyu’ara: 160-175, al-Ankabut: 28-29, al Anbiya: 74, dan Hud: 78-82. “Tapi yang kerap dicuplik cuma soal sodomi atau penyimpangan seks,” tegas Arif Nuh Safri.

Istilah Sodomi diambil dari nama Kota Sodom dan Gomorah di Lembah Siddim, Yordania. Nabi Luth yang merupakan keponakan Nabi Ibrahim AS, sempat singgah di wilayah tersebut untuk melakukan syiar. Tapi masyarakat yang hidup di sana kalau itu menolak dan memperolok-olok Nabi Luth. Mereka juga kerap melakukan aksi kejahatan berupa perampokan dengan berbagai kekerasan baik fisik maupun verbal terhadap para korbannya.

Di dalam buku “Memahami Keragaman Gender & Seksualitas, Sebuah Tafsir Kontekstual Islam” yang ditulisnya, Arif Nuh Safri menambahkan penjelasan soal latara praktik sodomi dengan merujuk keterangan cendekiawan Mahmud al-Alusi, bahwa hal itu dilakukan tak serta-merta untuk memenuhi hasrat seksual. Tapi juga sebagai ekspresi balas dendam kepada siapapun yang tidak disukai. Dalam hal ini, ada relasi kuasa antara orang kuat atas orang lemah. (Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *