Liputan BERITA

Terkait Seks Menyimpang dan Prostitusi Online Yang Diduga Mulai Marak Di Pacitan, Tomas Hadi Subowo Ingatkan Azab Allah Seperti Di Jaman Nabi Lutf AS

Ditulis oleh Liputan68 pada 3 November 2023 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan, Liputan 68.com- Perilaku seks menyimpang dan prostitusi rupanya tidak hanya berlangsung di era digitalisasi seperti sekarang ini. Namun di jaman para nabi silam, prilaku seks menyimpang dan seks bebas sudah berlangsung masif.

Seperti di jaman Nabi Luth AS, seks bebas sudah menjamur. Umat di jaman tersebut sudah banyak melakukan seks menyimpang seperti kaum gay atau homo seksual yang demen bersensasi dengan sodomi atau anal seks.

Demikian juga pasangan diluar nikah, juga demen melakukan anal seks layaknya pasangan gay atau homo seksual.

Terkait maraknya prostitusi online dan juga LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender) yang diduga kuat lagi ngetren di Pacitan, salah seorang tokoh masyarakat Hadi Subowo meminta kepada Pemkab setempat agar semasif mungkin melakukan tindakan preventif dan juga kuratif terhadap kegiatan yang diharamkan oleh agama tersebut. Dan apabila diperlukan lakukan langkah-langkah represif agar ada efek jera bagi pelaku maupun penikmat jasa para wanita penghibur tersebut.

“Ingat azab Allah seperti jamannya Nabi Luth AS, kalau seks bebas dan LGBT dibiarkan. Ini tugas Pemkab dan jajaran terkait agar semasif mungkin melakukan langkah-langkah preventif dan kuratif dan bila mana perlu lakukan upaya represif agar ada efek jera terhadap perilaku seks menyimpang maupun seks bebas,” katanya, Jumat (3/11).

Sementara itu seperti dilamsir dari laman media nasional terkemuka, azab Allah terhadap kaum Nabi Luth AS sesungguhnya bukan cuma terkait praktek seks menyimpang antar lelaki dengan lelaki (homoseksual) dan perempuan dengan perempuan (lesbian).

Mereka mendapat azab juga karena melakukan kekejian (al-fahisyah), bersikap dan bertindak melampaui batas (al-ádun), melakukan kebodohan (al-jahl), dan perbuatan sangat buruk (al-khabaís).

“Kalau mau jujur tidak serta-merta tentang sodomi tapi berbagai perilaku menyimpang seperti berzina dan selingkuh dari pasangan yang sah, serta tindak kriminal lainnya,” kata Ustaz Arif Nuh Safri dalam program Blak-blakan.

Alumnus Ilmu Tafsir Hadis dari UIN Sunan Kalijaga itu menyebut ada sekitar 35-40 ayat di dalam al-Quran yang berkisah tentang kaum tersebut, antara lain terdapat di dalam Surat al-Araf: 80-81, al Hijr: 67-72, An-Naml (54-58), al-Asyu’ara: 160-175, al-Ankabut: 28-29, al Anbiya: 74, dan Hud: 78-82. “Tapi yang kerap dicuplik cuma soal sodomi atau penyimpangan seks,” tegas Arif Nuh Safri.

Istilah Sodomi diambil dari nama Kota Sodom dan Gomorah di Lembah Siddim, Yordania. Nabi Luth yang merupakan keponakan Nabi Ibrahim AS, sempat singgah di wilayah tersebut untuk melakukan syiar. Tapi masyarakat yang hidup di sana kalau itu menolak dan memperolok-olok Nabi Luth. Mereka juga kerap melakukan aksi kejahatan berupa perampokan dengan berbagai kekerasan baik fisik maupun verbal terhadap para korbannya.

Di dalam buku “Memahami Keragaman Gender & Seksualitas, Sebuah Tafsir Kontekstual Islam” yang ditulisnya, Arif Nuh Safri menambahkan penjelasan soal latara praktik sodomi dengan merujuk keterangan cendekiawan Mahmud al-Alusi, bahwa hal itu dilakukan tak serta-merta untuk memenuhi hasrat seksual. Tapi juga sebagai ekspresi balas dendam kepada siapapun yang tidak disukai. Dalam hal ini, ada relasi kuasa antara orang kuat atas orang lemah. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian