Dijuluki Sebagai “Bupati 4 WD”, Ini Catatan Kecil ASB Terkait Capaian Kinerja Bupati Aji

“Kalau bicara soal pupuk, itu nasional. Bicara soal harga sembako, itu juga nasional. Masyarakat harus pahami itu. Persolaan ketersediaan pupuk dan harga sembako, bukan ranah dan kewenangan kepala daerah,” tuturnya.

Soal ketahanan pangan yang belakangan terus menjadi isu global, legislator berbasis daerah pemilihan Kecamatan Tulakan-Kebonagung ini menegaskan, secara umum produktivitas pangan di Pacitan, masih jauh lebih tinggi dibandingkan rata-rata konsumsi masyarakat.

Ini sebagai indikator, kalau ketersediaan bahan pangan di Pacitan masih melimpah. “Mas Aji terus melakukan sosialisasi dan pencerahan kepada petani, melalui dinas terkait.

Petani kita tidak hanya bercocok tanam padi. Ada jagung, ketela dan sebagainya. Jadi diversifikasi tanaman pangan terus digalakan. Ini sebagai salah satu bukti kepedulian Mas Aji kepada petani.

Dari situlah sehingga ketahanan pangan di Pacitan bisa terwujud meski isu global soal pangan terus memanas. Di Pacitan, masih melimpah dan aman,” tandasnya.

Dari sekilas catatan kecil tersebut, ASB berpandangan, sudah selayaknya di Pilbup mendatang, Mas Aji yang juga dijuluki sebagai “Bupati 4D” itu, layak untuk melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai bupati di periode selanjutnya. (Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *