Kampanye Pileg dan Pilpres, Pengusaha Rokok Lokal Di Pacitan Sepi Omset. Banjir Amplop, Rokok Branded Yang Banyak Menangguk Untung

Sebelumnya, kenapa omset rokok lokal bisa melejit, itu dikarenakan para pelaku politik kebanyakan memanfaatkan waktu bertemu bersama masyarakat pemilih dengan ditemani sebungkus rokok lokal yang dilihat dari harganya relatif sangat murah. “Dengan biaya ringan (berbekal rokok lokal), namun bisa tepat sasaran. Karena itu dulunya mereka banyak memborong rokok-rokok lokal untuk dibagi-bagikan,” terang Wiwit.

Akan tetapi saat ini, pola atau tradisi semacam itu sepertinya sudah banyak ditinggalkan. Pelaku politik lebih memilih cara instan. Rokok diganti dengan “amunisi” dengan jumlah lumayan.

Pemilih pun demikian. Mereka sepertinya lebih untung diberi sesuatu dengan jumlah lumayan, daripada diberi sebungkus rokok amatiran, sekalipun juga ada isi amplop dengan nominal kecil.

Bagi perokok aktif, bisa dibilang aji mumpung. Mereka, lanjut Wiwit, yang kesehariannya cukup dengan rokok lokalan, namun karena mendapatkan sesuatu dari tim sukses dengan nilai lumayan, akhirnya beralih membeli rokok-rokok branded.

“Mungkin fenomena tersebut yang akhirnya berimbas pada pengusaha lokal. Dan menguntungkan bagi pabrik rokok branded,” tukasnya. (Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *