Musisi Pacitan Sabet Prestasi Dunia Dari Token Appresiation Word Of Musik, Seton Hall University, The City of South Orange New Jersey Amerika Serikat

Hal inilah yang mengilhami untuk mengutak-atik aransemen musik dengan didasari ilmu matematika,” kata Tegar, yang saat itu tengah bertandang ke posko media, Timur Pendopo, sesaat setelah dirinya menerima kabar pengakuan dari dunia musik Internasional di Amerika.

Lebih jauh Tegar mengungkapkan, utak-atik aransemen itu dengan megcover ulang sebuah lagu berjudul “Syantik” yang sempat nge-hits oleh penyanyi dangdut papan atas bernama Siti Badriah.

Dari lagu itulah ia jadikan “kelinci percobaan” atau (Frankenstain), hingga berubah menjadi genere musik dengan sudut pandang matematika. “Jadi ketika melihat matematika, kita sama halnya membaca musik. Matematika adalah musik yang tertulis,” jelasnya.

Di awal mengutak-atik arasemen tersebut sejatinya masih berupa prototype, yang perlu pengembangan. “Awalnya saya nggak berharap apa-apa, ya hanya sekedar iseng. Tapi tanpa diduga karya tersebut ternyata mendapat pengakuan dari dunia musik internasional,” ujarnya.

Ibarat seorang fisikawan, prestasi yang diraih Tegar tersebut tak ubahnya seperti penganugerahan nobel. Maka tak salah apabila ia patut mendapat penganugerahan gelar profesor musik matematika Pacitan.

Sebab hanya dialah yang bisa menerapkan ilmu matematika dalam bermain musik.

Harapannya, semoga prestasi level dunia itu bisa mendapatkan apresiasi dari pemkab. Dan kedepannya bisa dijadikan wahana edukasi bagi generasi muda yang demen bermain musik dengan kolaborasi ilmu matematika.(Red/yun).

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *