Liputan DAERAH

Musisi Pacitan Sabet Prestasi Dunia Dari Token Appresiation Word Of Musik, Seton Hall University, The City of South Orange New Jersey Amerika Serikat

Ditulis oleh Liputan68 pada 7 Maret 2024 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan68.com- Satu lagi prestasi bertaraf internasional kembali ditorehkan pemusik asal Pacitan. Dia adalah Tegar Dhewangga Trenggono.

Berkat kegigihannya mengutak-atik aransemen musik berbasis matematika, putra kedua dari budayawan Pacitan, Bambang Trenggono tersebut, akhirnya berhasil meraih prestasi sangat prestisius, berupa Token Appresiation word of musik dari Seton Hall University, The City of South Orange, New Jersey, Amerika Serikat.

BACA JUGAWakil Gubernur Lampung Chusnunia, Resmikan Madrasah Dinniyah Raudlatul Falah Di Tanjung Bintang, Lampung Selatan

Kabar pengakuan dari dunia musik internasional tersebut diterima pada Kamis (7/3).

Saat dikonfirmasi, Tegar mengatakan, karya cipta musik berbasis ilmu matematika tersebut diawali dari keterpurukan nilai sekolah di SMP kelas 2 pada Tahun 2002 silam. Dan ditindaklanjuti melakukan penulisan riset pada 2015 berlanjut pengembangan pada 2018.

BACA JUGADicintai Wong Cilik, Sorak-Sorai Dukungan Terus Mengalir Untuk Bupati Aji Agar Berlanjut Di Perode Kedua

Menurut Tegar, pada dasarnya musik itu linier dengan matematika. “Musik itu layaknya sebuah angka. Sedangkan angka merupakan hal pokok di dunia matematika.

Seperti misalnya solmisasi, yaitu do, re, mi dan seterusnya. Demikian juga tempo musik ada1/4, 3/4, 4/4 dan seterusnya.

BACA JUGABuka Workshop Pengadaan Barang Dan Jasa Begini Pesan Bupati Pakpak Bharat

Hal inilah yang mengilhami untuk mengutak-atik aransemen musik dengan didasari ilmu matematika,” kata Tegar, yang saat itu tengah bertandang ke posko media, Timur Pendopo, sesaat setelah dirinya menerima kabar pengakuan dari dunia musik Internasional di Amerika.

Lebih jauh Tegar mengungkapkan, utak-atik aransemen itu dengan megcover ulang sebuah lagu berjudul “Syantik” yang sempat nge-hits oleh penyanyi dangdut papan atas bernama Siti Badriah.

Dari lagu itulah ia jadikan “kelinci percobaan” atau (Frankenstain), hingga berubah menjadi genere musik dengan sudut pandang matematika. “Jadi ketika melihat matematika, kita sama halnya membaca musik. Matematika adalah musik yang tertulis,” jelasnya.

BACA JUGATanggalkan Tribalisme Dalam Penataan Pejabat. Eno Smith Pejabat Asal Papua Ini Siapkan Berkas Selter Sebagai Cakadis Kominfo Pacitan

Di awal mengutak-atik arasemen tersebut sejatinya masih berupa prototype, yang perlu pengembangan. “Awalnya saya nggak berharap apa-apa, ya hanya sekedar iseng. Tapi tanpa diduga karya tersebut ternyata mendapat pengakuan dari dunia musik internasional,” ujarnya.

Ibarat seorang fisikawan, prestasi yang diraih Tegar tersebut tak ubahnya seperti penganugerahan nobel. Maka tak salah apabila ia patut mendapat penganugerahan gelar profesor musik matematika Pacitan.

BACA JUGACalon Wakil Wali Kota Kupang, Alo Sukardan Temu Akrab dengan Warga Maulafa: Kebersamaan Ini Tetap Kita Jaga

Sebab hanya dialah yang bisa menerapkan ilmu matematika dalam bermain musik.

Harapannya, semoga prestasi level dunia itu bisa mendapatkan apresiasi dari pemkab. Dan kedepannya bisa dijadikan wahana edukasi bagi generasi muda yang demen bermain musik dengan kolaborasi ilmu matematika.(Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian