Pacitan, Liputan 68.com- Organisasi kemahasiswaan di Pacitan, kian bertaji dalam melakukan kontrol terhadap kinerja pemerintah.
Seperti yang berlangsung ini hari, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Pacitan menggelar audiensi di Gedung DPRD Kabupaten Pacitan, Rabu ( 21/5/2025).
Mereka mendesak pemerintah daerah dan DPRD untuk segera merealisasikan perbaikan jalan rusak, terutama di wilayah pedesaan dan daerah perbatasan yang selama ini luput dari perhatian.
Ketua GMNI Pacitan, Febri Firdiansyah, menegaskan bahwa alasan efisiensi anggaran tak seharusnya menjadi penghambat percepatan pembangunan infrastruktur.
Menurutnya, jalan yang layak dan aman merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi oleh pemerintah daerah.
“Efisiensi bukan alasan untuk menunda pembangunan. Justru efisiensi seharusnya menjadi solusi ketika ada pemangkasan anggaran dari pusat. Pemerintah daerah masih bisa memaksimalkan anggaran melalui berbagai pos yang diatur dalam Inpres Nomor 1 Tahun 2025,” tegas Febri di hadapan pimpinan dan anggota DPRD.
Ia merinci bahwa sejumlah pos seperti perjalanan dinas, belanja alat tulis kantor (ATK), hingga kegiatan seremonial bisa ditekan untuk menutupi kebutuhan pembangunan.
“Kalau sekarang efisiensi perjalanan dinas 50 persen, kenapa tidak ditekan lagi menjadi 25 persen saja? Wong ini untuk rakyat kok,” ujarnya.
GMNI juga menyoroti kebiasaan birokrasi menggelar rapat di luar kota yang dinilai hanya memboroskan anggaran tanpa urgensi.
“Rakyat sedang menjerit karena jalan rusak, kok anggaran malah dihamburkan untuk rapat di luar daerah. Itu tidak elok,” sindirnya.
Adapun tuntutan yang disampaikan;








