Dari Dusun Papringan untuk Pasar Arjosari: UMKM Tempe Desa Gembong Jadi Penopang Ekonomi Rakyat
Pacitan,Liputan 68.com- Di tengah geliat ekonomi desa, sebuah usaha tempe kedelai rumahan di Dusun Papringan, Desa Gembong, Kecamatan Arjosari, tumbuh menjadi salah satu penopang ekonomi rakyat.
UMKM tempe milik Mulyani kini tak sekadar bertahan, tetapi berkembang dengan produksi yang konsisten dan pemasaran yang stabil.
Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Prayitno, melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Gembong guna melihat langsung potensi serta keberlanjutan UMKM tempe kedelai tersebut, Kamis (15/1/2026).
Koordinasi ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Pacitan dalam memperkuat ekonomi kerakyatan berbasis potensi lokal.
Setiap harinya, UMKM tempe ini mampu mengolah sekitar 175 kilogram kedelai. Hasil produksinya mengalir ke Pasar Arjosari dan Pasar Minulyo, memenuhi kebutuhan pedagang serta konsumen yang telah mempercayai kualitas produk tempe lokal Desa Gembong.
Lebih dari sekadar aktivitas ekonomi, keberadaan UMKM tempe kedelai ini membawa dampak sosial yang nyata. Usaha tersebut menyerap tenaga kerja warga sekitar, menggerakkan perputaran uang di desa, serta membuka peluang kemandirian ekonomi masyarakat.
Prayitno menegaskan, UMKM semacam ini memiliki peran strategis dalam menopang struktur ekonomi daerah. “Dengan pendampingan yang tepat, mulai dari peningkatan kualitas produksi hingga perluasan akses pasar, UMKM desa diyakini mampu tumbuh berkelanjutan dan memberi nilai tambah yang lebih besar bagi masyarakat,” jelasnya.
Pemerintah daerah berharap sinergi antara Pemkab Pacitan, pemerintah desa, dan pelaku UMKM terus diperkuat. Dengan demikian, potensi usaha rakyat seperti tempe kedelai Desa Gembong dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi lokal yang tangguh dan berdaya saing, sekaligus menjadi contoh keberhasilan pemberdayaan ekonomi desa di Pacitan.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan