“Dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim, hanya ada 12 SR untuk tahap pertama ini. Salah satunya ada di Pacitan. Semua tak lepas dari upaya Pak Bupati dan Pak Wabup beserta seluruh stakeholder yang ada,” ujar AHY.
AHY juga menegaskan, bahwa progres pembangunan SR sudah mendekati final, yaitu 86 persen. Tentu sebelum tahun ajaran baru berjalan, sarana dan prasarana yang ada di SR Pacitan termasuk juga asrama sudah bisa dipergunakan.
“Tujuan didirikannya SR ini untuk membantu masyarakat miskin agar mereka bisa mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasarnya,” tandas AHY sebelum melanjutkan perjalanan menuju Museum dan Galeri SBY-ANI untuk persiapan pelaksanaan retreat.
Sementara itu seperti diketahui, bahwa Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sekolah ini bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Program tersebut dikelola oleh Kementerian Sosial dan diharapkan menjadi model pendidikan yang mampu mengangkat anak-anak dari jurang kemiskinan.
Seperti halnya sekolah pada umumnya, sekolah rakyat ini memberikan pendidikan gratis mulai dari SD, SMP, hingga SMA, termasuk akomodasi di asrama, makanan, dan fasilitas belajar.
Kurikulum Sekolah Rakyat tidak hanya mencakup standar pendidikan nasional, tetapi juga pendidikan karakter, kepemimpinan, keterampilan vokasi, dan kewirausahaan.
Sekolah ini dirancang sebagai sekolah berasrama, di mana siswa tinggal di asrama dan mendapatkan kebutuhan dasar mereka.
Sekolah Rakyat akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus awal di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.
Dengan Sekolah Rakyat, pemerintah berharap dapat memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih cerah. (Red/yun).
