Liputan BERITA

Menteri AHY: SR Bisa Berdiri Di Pacitan, Tak Lepas Dari Upaya Bupati Aji dan Wabup Gagarin Beserta Stakeholder Yang Ada. Pastikan Sebelum Tahun Ajaran Baru Berjalan, Gedung SR Sudah Bisa Digunakan

Ditulis oleh Liputan68 pada 3 Juli 2025 ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Beriringan dengan kegiatan retreat Partai Demokrat di Pacitan yang akan dilaksanakan 4-6 Juli 2025, Menteri Koordinator Bidang Insfrastruktur Dan Pembangunan Kewilayahan, Kabinet Merah Putih, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyempatkan diri meninjau secara langsung kesiapan Sekolah Rakyat (SR) yang berlokasi di gedung lama balai diklat, belakang Taman Makam Pahlawan Kusuma Bangsa.

Kehadiran Menteri AHY yang juga Ketum DPP Partai Demokrat di Pacitan, disambut Bupati Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayuaji Reksonagoro, Ketua DPRD, Arif Setia Budi beserta jajaran pimpinan lainnya, seluruh kepala perangkat daerah dan juga jajaran Forkopimda.

Tak ketinggalan, Wabup Gagarin bersama Sekda Heru Wiwoho Supadi Putro, turut hadir menyambut kedatangan sulung dari Presiden ke-enam RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Anggota DPRD Provinsi Jatim dari Fraksi Demokrat, Indra Widya Agustina, juga tak ketinggalan, berkesempatan hadir menyambut sepupunya, yang sama-sama berjuang di Partai Demokrat.

Saat tiba di lokasi, Menteri AHY langsung mendapatkan penjelasan dari Kepala Satker Pelaksana Prasarana Strategis Provinsi Jatim, Kementerian PU, I Gusti Ari Wibawa terkait progres pembangunan SR di Pacitan.

Menurut I Gusti, SR di Pacitan merupakan satu dari 12 lokasi SR lainnya yang tersebar di 38 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jatim.

“SR ini dibangun di dua lokasi. Satu lokasi untuk ruang belajar dan satu kokasi untuk asrama yang letaknya sangat dekat dengan ruang belajar,” katanya, Kamis (3/7/2025).

Sekolah yang terintegrasi dengan asrama ini akan menampung sebanyak 100 siswa jenjang pendidikan menengah. “Untuk proses pembangunan sudah mencapai 86 persen. Dan ditargetkan lima hari kedepan tepatnya sampai 8 Juli sudah rampung 100 persen,” jelas I Gusti di depan Menteri AHY.

Usai mendapatkan penjelasan, AHY dengan didampingi Bupati Indrata dan Wabup Gagarin serta Ketua DPRD beserta jajaran Forkopimda berkesempatan meninjau langsung ruang belajar yang sudah hampir mendekati final dalam proses pembangunannya.

Selain itu AHY juga berkesempatan bertemu dengan calon siswa yang akan menempuh proses pembelajaran di SR. Mereka teridiri dari 34 siswa laki-laki dan 66 siswa perempuan.

Pada kesempatan tersebut, Menteri dengan simbol RI 26 itu menyampaikan ucapan terimakasih kepada Bupati Indrata dan Wabup Gagarin serta seluruh stakeholder yang ada, sehingga sekolah rakyat yang menjadi program unggulan Presiden Prabowo Subianto tersebut bisa berdiri di Pacitan.

“Dari 38 kabupaten/kota yang ada di Jatim, hanya ada 12 SR untuk tahap pertama ini. Salah satunya ada di Pacitan. Semua tak lepas dari upaya Pak Bupati dan Pak Wabup beserta seluruh stakeholder yang ada,” ujar AHY.

AHY juga menegaskan, bahwa progres pembangunan SR sudah mendekati final, yaitu 86 persen. Tentu sebelum tahun ajaran baru berjalan, sarana dan prasarana yang ada di SR Pacitan termasuk juga asrama sudah bisa dipergunakan.

“Tujuan didirikannya SR ini untuk membantu masyarakat miskin agar mereka bisa mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan dan pemenuhan kebutuhan dasarnya,” tandas AHY sebelum melanjutkan perjalanan menuju Museum dan Galeri SBY-ANI untuk persiapan pelaksanaan retreat.

Sementara itu seperti diketahui, bahwa Sekolah Rakyat adalah program pendidikan gratis berasrama yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, yang terdata dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Sekolah ini bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.
Program tersebut dikelola oleh Kementerian Sosial dan diharapkan menjadi model pendidikan yang mampu mengangkat anak-anak dari jurang kemiskinan.

Seperti halnya sekolah pada umumnya, sekolah rakyat ini memberikan pendidikan gratis mulai dari SD, SMP, hingga SMA, termasuk akomodasi di asrama, makanan, dan fasilitas belajar.

Kurikulum Sekolah Rakyat tidak hanya mencakup standar pendidikan nasional, tetapi juga pendidikan karakter, kepemimpinan, keterampilan vokasi, dan kewirausahaan.

Sekolah ini dirancang sebagai sekolah berasrama, di mana siswa tinggal di asrama dan mendapatkan kebutuhan dasar mereka.
Sekolah Rakyat akan tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan fokus awal di Pulau Jawa, Sumatera, dan Sulawesi.

Dengan Sekolah Rakyat, pemerintah berharap dapat memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk meraih masa depan yang lebih cerah. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian