Pacitan,Liputan 68.com-Perayaan Natal Bersama Kabupaten Pacitan Tahun 2025 tidak sekadar menjadi agenda seremonial keagamaan.
Lebih dari itu, momentum ini dimaknai sebagai ruang strategis untuk merawat toleransi, memperkuat persaudaraan, dan meneguhkan Pacitan sebagai rumah bersama di tengah keberagaman.
Hal tersebut disampaikan Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Pacitan, Ali Basit saat membacakan sambutan Bupati Kanjeng Raden Tumenggung Indrata Nur Bayu Aji Reksonagoro, dalam Perayaan Natal Bersama yang digelar di Gedung Gasibu Swadaya Pacitan, Jum’at (9/1/2026) malam.
Dalam suasana penuh khidmat dan sukacita, Pemkab Pacitan menegaskan komitmennya menjaga kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
Ali Basit mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pacitan menekankan bahwa Natal mengandung nilai-nilai universal yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat, seperti kasih, kerendahan hati, pengharapan, serta damai sejahtera.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat yang majemuk.
“Pacitan adalah rumah bersama bagi kita semua. Perbedaan keyakinan bukan alasan untuk terpisah, melainkan kekuatan untuk saling menghargai, saling mendukung, dan saling membangun,” ujarnya menyampaikan pesan Bupati Indrata, di hadapan umat Kristiani yang hadir malam itu.
Lebih lanjut, dia menegaskan, umat Kristiani diajak untuk terus berperan aktif dalam memelihara toleransi, memperkokoh persaudaraan lintas iman, serta turut berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Bupati, kata Ali Basit, meyakini, partisipasi seluruh elemen masyarakat menjadi kunci keberhasilan mewujudkan Pacitan yang aman, damai, dan sejahtera.
Komitmen pemerintah daerah dalam menjamin kebebasan beragama kembali ditegaskan. Iklim kehidupan masyarakat yang kondusif, aman, dan penuh rasa saling menghormati disebut sebagai prasyarat utama bagi kemajuan daerah.
