Akhlak Tak Bisa Ditinggal, Ketua Komisi II DPRD Pacitan Rudi Han, Dukung Terobosan Dindik Soal Integrasi Madin ke Sekolah Formal

Pacitan,Liputan 68.com-Ketua Komisi II DPRD Pacitan, Rudi Handoko, menyatakan dukungan penuh terhadap terobosan Kepala Dinas Pendidikan Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, terkait integrasi Madrasah Diniyah (Madin) ke dalam sistem pendidikan formal.

Menurut politisi Partai Demokrat tersebut, realitas sosial saat ini menunjukkan adanya ketimpangan serius antara kecerdasan akademik dan akhlak. Banyak individu yang unggul secara intelektual, namun gagal menjaga adab dalam kehidupan bermasyarakat.

Rudi mencontohkan kasus yang sempat viral di media sosial, di mana seorang dosen di luar Jawa meludahi kasir di sebuah ritel modern hanya karena ditegur saat menyerobot antrean.

“Fenomena ini menjadi cermin bahwa pendidikan kita belum sepenuhnya menyentuh aspek adab dan akhlak. Di sinilah pentingnya madin, agar peserta didik tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga beretika,” ujar Rudi, Rabu (14/1/2026).

Legislator yang telah lima periode duduk di parlemen daerah itu menilai, pendidikan formal selama ini terlalu berorientasi pada capaian kognitif dan prestasi akademik. Sementara pembentukan karakter sering kali ditempatkan sebagai pelengkap, bukan fondasi.

Ia menegaskan, integrasi pendidikan madin ke sekolah formal merupakan langkah strategis dan relevan dengan tantangan sosial hari ini. Pendidikan akhlak, menurutnya, harus menjadi bagian tak terpisahkan dari kurikulum resmi.

BAGIKAN KE :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *