Bibit siklon tersebut memiliki kecepatan angin maksimum sekitar 20 knot atau 37 kilometer per jam dengan tekanan udara minimum 1002 hPa. “BMKG menilai peluang bibit siklon ini untuk berkembang menjadi siklon tropis masih rendah, dengan arah pergerakan ke Barat Daya, menjauhi wilayah Indonesia,” terang Erwin.
Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 975 juga mulai terpantau pada 16 Januari 2026 pukul 07.00 WIB. Pusat sirkulasi bibit siklon ini berada di sekitar 16,0° Lintang Selatan dan 136,2° Bujur Timur, di wilayah pesisir utara Australia bagian selatan Teluk Carpentaria.
Dengan kecepatan angin maksimum 15 knot atau 28 kilometer per jam serta tekanan udara minimum 1009 hPa, bibit siklon 975 diperkirakan memiliki peluang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis dan bergerak ke arah Barat, menjauhi wilayah Indonesia.
BPBD Pacitan mengimbau masyarakat untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan, khususnya terhadap potensi cuaca ekstrem, serta terus mengikuti informasi resmi dan terkini yang dikeluarkan oleh BMKG.(Red/yun).








