Pacitan,Liputan 68.com- Sekalipun banyak distigmakan sebagai “bocah kecil (bocil)”, kehadiran Ketua GMNI Pacitan, Muhammad Tonis Dzikrullah pada atmosfer bursa bakal calon wakil bupati dari PDI-P, menurut pengamat pemilu dinilai secara implisit sebagai pesan moral yang sengaja dibesut oleh jajaran partai pemenang pemilu nasional tersebut, sebagai duta generasi Z untuk menandingi kekuatan jago calon bupati petahana, Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji.
Seperti disampaikan Berty Stevanus, yang menilai aktivis pergerakan GMNI itu saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa. Namun demikian, Tonis yang hanya dengan modal tekad ia masuk di bursa pencalonan sebagai bacawabup melalui PDI-P.
“Tonis ini mahasiswa dan banyak dikatakan sebagai bocil. Tapi melihat sepak terjangnya selama ini, pernyataan-pernyataannya di media mengesankan kalau dia itu sebenarnya luas wawasannya,” kata Berty, Selasa (21/5).
Seandainya benar Tonis nantinya mendapatkan rekomendasi pencalonan dari PDI-P, Berty berpendapat ini sebuah pesan yang disampaikan oleh partai milik Megawati Soekarno Putri tersebut, terkait kemampuan intelektual generasi milenial yang siap bertanding melawan jagonya Demokrat.
“Mungkin masyarakat banyak tau dan bisa menilai, apa capaian selama ini yang ditunjukan oleh Bupati Aji. Disinilah mungkin PDI-P menyampaikan pesan adanya jago milenial yang punya tekad tanpa mengandalkan kekuatan kerabat dekat, untuk bertanding di Pilbup nanti,” jelas mantan Ketua Bawaslu ini.
Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris KPU Pacitan ini mengungkapkan, memang hanya PDI-P dan PKB yang secara aturan bisa menjadi rival penantang jago dari Demokrat.
Meskipun, menurut Berty, secara kekuatan politik cukup berat untuk bisa menundukan jago yang diusung oleh Demokrat dan nama besar SBY.








