Liputan BERITA

Ditengarai Terima Pesan Dari DPP PDI-P, “Si Bocil Tonis” Miliki Chance Untuk Bertanding Hadapi Jago Demokrat Di Gelanggang Pilbup 2024

Ditulis oleh Liputan68 pada 21 Mei 2024 • ⏱️ 2 Menit Baca

Pacitan,Liputan 68.com- Sekalipun banyak distigmakan sebagai “bocah kecil (bocil)”, kehadiran Ketua GMNI Pacitan, Muhammad Tonis Dzikrullah pada atmosfer bursa bakal calon wakil bupati dari PDI-P, menurut pengamat pemilu dinilai secara implisit sebagai pesan moral yang sengaja dibesut oleh jajaran partai pemenang pemilu nasional tersebut, sebagai duta generasi Z untuk menandingi kekuatan jago calon bupati petahana, Raden Mas Tumenggung Indrata Nur Bayuaji.

Seperti disampaikan Berty Stevanus, yang menilai aktivis pergerakan GMNI itu saat ini masih tercatat sebagai mahasiswa. Namun demikian, Tonis yang hanya dengan modal tekad ia masuk di bursa pencalonan sebagai bacawabup melalui PDI-P.

“Tonis ini mahasiswa dan banyak dikatakan sebagai bocil. Tapi melihat sepak terjangnya selama ini, pernyataan-pernyataannya di media mengesankan kalau dia itu sebenarnya luas wawasannya,” kata Berty, Selasa (21/5).

Seandainya benar Tonis nantinya mendapatkan rekomendasi pencalonan dari PDI-P, Berty berpendapat ini sebuah pesan yang disampaikan oleh partai milik Megawati Soekarno Putri tersebut, terkait kemampuan intelektual generasi milenial yang siap bertanding melawan jagonya Demokrat.

“Mungkin masyarakat banyak tau dan bisa menilai, apa capaian selama ini yang ditunjukan oleh Bupati Aji. Disinilah mungkin PDI-P menyampaikan pesan adanya jago milenial yang punya tekad tanpa mengandalkan kekuatan kerabat dekat, untuk bertanding di Pilbup nanti,” jelas mantan Ketua Bawaslu ini.

Lebih lanjut, pria yang pernah menjabat sebagai Sekretaris KPU Pacitan ini mengungkapkan, memang hanya PDI-P dan PKB yang secara aturan bisa menjadi rival penantang jago dari Demokrat.

Meskipun, menurut Berty, secara kekuatan politik cukup berat untuk bisa menundukan jago yang diusung oleh Demokrat dan nama besar SBY.

Apalagi seandainya Indrata Nur Bayuaji kembali pada formasi awal, yaitu berduet dengan Gagarin. Bisa dibilang, Pilbup Pacitan selesai, dengan bersekutunya Golkar bersama Demokrat serta beberapa partai kecil lainnya.

Meski begitu, semua itu hanya catatan politik manusia. Kekuasaan tertinggi ada di tangan yang diatas. Oleh sebab itu, ini peluang bagi PDI-P dan PKB, untuk merajut kerjasama politik menuju pelaminan Pilbup. “Hitung-hitungan manusia, memang cukup berat untuk menundukkan jago Demokrat. Namun bukan berarti chance tertutup untuk jago dari partai lainnya. Semua keputusan ada di tangan yang diatas.

Saya berkeyakinan di Pacitan ini masih banyak pemilih-pemilih rasional dan idealis untuk menatap kemajuan bagi daerah,” ujarnya.

Dikesempatan yang sama Berty juga menyinggung wacana pencabupan Ketua DPRD Ronny Wahyono.

Ia mengaku pesimis perihal wacana majunya Ronny Wahyono sebagai bacabup melalui partai non Demokrat. Itu mengingat adanya satu aturan yang akan dibesut oleh KPU, terkait keharusan mundur bagi anggota DPRD yang hendak maju sebagai calon bupati atau wakil bupati.

“Kecuali kalau lewat Demokrat. Selain itu, nggak mungkin Ronny akan ambil resiko,” pungkasnya. (Red/yun).

Ditulis oleh Liputan68

Jurnalis dan penulis berita di Liputan68.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Home Trending

Kategori Berita

Pencarian