Pacitan,Liputan 68.com-Di balik kemegahan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menjadi tulang punggung konektivitas wilayah selatan Pacitan, masih tersimpan persoalan krusial yang tak bisa diabaikan, yaitu keselamatan pengguna jalan.
Sejumlah titik pada ruas strategis tersebut dinilai belum ideal secara anylemen atau geometrik jalan, sehingga kerap memicu kecelakaan, terutama bagi kendaraan bertonase berat.
Kondisi itu menjadi fokus koordinasi antara Staf Ahli Bupati Pacitan Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Prayitno, dengan Kepala Bappedalitbang Kabupaten Pacitan, Heru Sukresno.
Pertemuan tersebut secara khusus menginventarisasi titik-titik rawan di JLS yang membutuhkan penyempurnaan teknis demi menjamin keamanan dan kenyamanan pengguna jalan.
Menurut Prayitno, keberadaan JLS tidak cukup hanya sebagai jalur penghubung antardaerah, tetapi harus memenuhi standar keselamatan yang memadai.
Ia menilai, selama perbaikan geometrik jalan belum dilakukan secara menyeluruh, potensi kecelakaan masih akan terus menghantui jalur tersebut.
“JLS ini jalur vital. Jika masih menyisakan risiko kecelakaan, terutama bagi kendaraan besar, maka dampaknya bukan hanya pada korban, tetapi juga pada kelancaran distribusi dan aktivitas ekonomi,” tegas Prayitno, Rabu (24/12/2025).








