Disarankan Pegang Uang Tunai, Indonesia Menuju Jurang Resesi
JAKARTA – LIPUTAN68.COM – Resesi adalah suatu kondisi dimana pertumbuhan ekonomi riil suatu negara mengalami penurunan dalam dua kuartal atau lebih dalam satu tahun. Beberapa negara sudah lebih dahulu masuk kedalam jurang resesi diantaranya adalah AS, Korsel, Hongkong, Singapura dan Jerman.
Realisasi pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di dalam ancaman jurang resesi berdasarkan pengumuman terkini kuartal II tahun 2020, ekonomi Indonesia mengalami kontraksi atau pertumbuhan negatif minus 5,32%.
Bahkan kondisi perekonomian pada kwartal ke 3 mendatang juga bakal masuk ke zona negatif bila penanganan virus covid-19 tidak kunjung membaik. Maka RI secara resmi akan masuk jurang resesi. Demikian ekonom senior Pendiri Indef Didik J Rachbini , Kompas.com (6/8).
Jika hal ini benar benar terjadi masyarakat disarankan untuk memegang uang tunai sebanyak mungkin seperti disarankan oleh Perencana Keuangan Andy Nugroho.
Ia menjelaskan alasan masyarakat harus memegang uang tunai adalah guna menjadi modal ketika situasi sulit menerpa. Misalnya terjadi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) pada perusahaan tempat bekerja, bisnis yang dijalankan bangkrut karena tak ada pemasukan.
“Bisa dibilang seperti itu. Karena kan istilahnya kalau terjadi resesi kemungkinan bisa terjadi pengurangan karyawan ataupun kita punya bisnis mungkin pertumbuhan bisnis kita berkurang,” kata dia dikutip dari Okezone, Kamis (6/8).
Selain memegang uang tunai, Andi juga menyarankan kebutuhan lain yang bersifat pemenuhan gaya hidup ada baiknya ditunda. Andi juga mengungkapkan masyarakat bisa menunda sementara investasi yang bersifat jangka panjang dan sulit dicairkan.
“Kenapa pegang cash itu tadi tiba-tiba kita punya duit banyak tapi banyak investasi semua istilahnya akan repot kalau penghasilan kita menurun untuk dicairkan. Kan repot juga. Padahal kita butuh sekarang,” kata Andi.
Editor : SS

Tinggalkan Balasan