Denpasar, LIPUTAN68.com – Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati alias Cok Ace menyatakan bahwa pandemi Covid-19 telah memukul kedua sektor tersebut terutama di Bali.
Cok Ace mengatakan sekitar 54% PDB Bali bersumber dari sektor pariwisata. “Sekitar Rp 9,7 triliun hilang tiap bulan karena pandemi ini sehingga menyebabkan keterpurukan ekonomi,” ungkap Cok Ace saat menjadi keynote speaker dalam acara ONLINE CONFERENCE: THE 4TH BALI INTERNATIONAL CONFERENCE TOURISM AND CREATIVE ECONOMY IN RESPOND TO PANDEMIC COVID-19, melalui zoom, dari Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Pemprov Bali, pada Sabtu (7/11/2020).
Hal itu diperparah dengan angka pertumbuhan ekonomi di minus 10,98% di trimester kedua. “Ini yang terparah dari Bom Bali I dan II ataupun letusan gunung Agung,” jelasnya seperti dilaporkan Humas Pemprov Bali.
Kata dia, pariwisata dan UMKM merupakan dua sektor yang berkaitan dan saling mendukung. Sektor pariwisata bisa menggenjot UMKM karena wisatawan, begitu pula UMKM bisa menjadi daya tarik wisata baru untuk menarik wisatawan.
Situasi ini juga, urai dia, mengubah tatanan kehidupan bermasyarakat. Masyarakat Bali yang terkenal komunal dengan sistem menyamebraya kegiatannya mulai dibatasi karena kebijakan untuk menekan penyebaran virus ini.
Cok Ace mengatakan, saat ini sektor UMKM sangat diperlulan untuk menyelamatkan perekonomian Bali di tengah krisis. Ia berharap UMKM bisa menggunakan teknologi untuk memasarkan produk hingga ke mancanegara. Karena ini terbukti sangat efektif pada masa pembatasan sosial ini.
