Cuaca Ekstrem Mengintai Jawa Timur, BMKG Ingatkan Akumulasi Hujan Tinggi Picu Risiko Bencana
Pacitan,Liputan 68.com- Peringatan dini cuaca kembali dirilis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Ahad, 25 Januari 2026, menandai meningkatnya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di hampir seluruh wilayah Jawa Timur.
Kondisi ini bukan sekadar fenomena musiman, tetapi sinyal serius meningkatnya risiko bencana hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan, Erwin Andriatmooko, menyebutkan bahwa peringatan angin kencang mencakup puluhan kabupaten/kota, mulai dari wilayah tapal kuda, kawasan pesisir, hingga daerah pegunungan.
Wilayah yang masuk zona waspada antara lain Bangkalan, Banyuwangi, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Malang Raya, Madiun Raya, Pantura Jawa Timur, Madura, hingga wilayah selatan seperti Pacitan dan Trenggalek.
Menurut Erwin, tingginya nilai akumulasi curah hujan harian menjadi faktor utama yang perlu diwaspadai. Akumulasi hujan dalam intensitas sedang hingga lebat yang terjadi secara beruntun berpotensi memicu banjir, tanah longsor, pohon tumbang, serta gangguan infrastruktur dan aktivitas masyarakat.
“Risiko tidak hanya muncul saat hujan lebat berlangsung, tetapi justru setelahnya, ketika tanah sudah jenuh air dan angin kencang masih berpotensi terjadi,” ujarnya, Ahad (25/1/2026).
BMKG menegaskan bahwa peringatan dini ini merupakan alat mitigasi, bukan sekadar informasi cuaca. Masyarakat diimbau untuk tidak mengabaikan peringatan, terutama di daerah rawan longsor, bantaran sungai, serta kawasan dengan banyak pepohonan besar. Aktivitas luar ruangan, pelayaran kecil, dan perjalanan jarak jauh juga disarankan untuk mempertimbangkan kondisi cuaca terkini.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan lapangan dan koordinasi lintas sektor. Masyarakat juga didorong untuk aktif mengakses informasi cuaca resmi BMKG yang kini tersedia hingga resolusi kelurahan dan desa melalui website serta media sosial.
Peringatan dini cuaca ini menjadi pengingat bahwa adaptasi terhadap cuaca ekstrem bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan, terutama di tengah dinamika iklim yang semakin sulit diprediksi.(Red/yun).

Tinggalkan Balasan